Sabtu, 05 September 2015

Kesiapan dalam Konsekuensi dari Pilihan


Minggu, 26 Juli 2015

Ketika kesabaran adalah tentang sebuah Keyakinan

"Kesabaran adalah keyakinan bahwa pada akhirnya kita akan menemukan jalan walaupun  di depan kita saat ini tidak tampak ada lintasan yang menjadi tujuan"


       Dari beberapa literatur yang sempat saya baca, kesabaran adalah kemampuan untuk menanggung penundaan, masalah, pertentangan, atau penderitaan tanpa menjadi marah, frustrasi, atau cemas. setiap harinya dalam kehidupan kita ada beragam permasalahan yang hadir dan mengisi hari kita tanpa menunggu kesiapan diri kita untuk menghadapinya. dalam beberapa diskusi saya dengan beberapa rekan-rekan saya yang sedang menghadapi masalah, banyak diantara rekan-rekan saya tadi yang mengungkapkan bahwa kesabaran itu mudah diucapkan namun sulit untuk diimplementasikan. mereka berpendapat bahwa orang lain tidak akan mampu memahami masalah mereka sehingga ketika orang lain memberikan masukan untuk tetap sabar, maka tidak akan terlalu digubriskan karena orang yang sedang bermasalah tadi menganggap bahwa orang yang memberikan masukan tersebut tidak merasakan peliknya permasalahan yang mereka rasakan.

       Kesabaran dalam menghadapi sebuah masalah adalah kemampuan yang cukup penting bagi diri kita untuk bisa bertahan hidup. tanpa adanya sebuah kesabaran, akan ada banyak orang di dunia ini yang mudah mengeluh dan cenderung menyerah ketika menghadapi permasalahan dalam kesehariannya. Pada dasarnya kehadiran sebuah masalah ini mutlak dalam kehidupan kita walaupun mungkin saat ini kita sedang tidak siap untuk menghadapinya atau dengan kata lain,  permasalahan akan selalu datang tanpa mempertimbangkan kesiapan diri kita. karena itulah diri kita sendirilah yang harus mengembangkan kemampuan untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap permasalahan tersebut. caranya yaitu dengan bersabar.

       Bagaimana cara kita mendapatkan sebuah kesabaran? pertanyaan inilah yang kemudian selanjutnya akan muncul di benak kita setelah kita menyadari bahwa masalah tidak memperhatikan kesiapan diri kita. jawabannya cukup sederhana yaitu dengan cara merubah sedikit pola pandang kita terhadap sebuah masalah itu sendiri. pernahkan rekan-rekan menghadapi masalah ketika kecil dan kemudian bercerita dan meminta solusi kepada orang tua kita? kemudian orang tua kita dapat dengan mudah memberikan solusi kepada kita terhadap sebuah masalah yang menurut kita cukup pelik. bagaimana orang tua kita bisa melakukannya?  jawabannya adalah karena orang tua kita tadi sudah terbiasa dengan masalah tersebut atau sudah pernah melewatinya di masa lalu. itulah sebabnya kemudian orang tua kita dapat memberikan solusi atas kondisi yang menurut kita tidak mampu kita hadapi.
       Berat atau mudahnya sebuah permasalahan sebenarnya tidak ditentukan dari bentuk permasalahan kita itu sendiri, tapi ditentukan oleh sudut pandang yang kita ambil ketika menyikapi sebuah masalah itu sendiri. itu sebabnya sebuah masalah pelik bagi seseorang bisa saja bisa menjadi masalah yang biasa saja bagi orang yang lainnya. analoginya sama dengan kisah diatas tadi, yaitu permasalahan pelik bagi kita cenderung mampu diberikan solusinya oleh orang tua kita dengan bijaksana.
       
       Jadi, bagaimana kita mendapatkan sebuah kesabaran? jawabannya adalah dengan cara yakin bahwa pada akhirnya nanti kita akan mendapatkan jalan dari permasalahan yang kita rasakan sehingga kita merasa lebih mampu untuk bersabar dan bertahan. Banyak orang yang tidak mau bersabar menghadapi permasalahannya karena mereka "merasa" tidak akan ada ujung dan akhir dari permasalahan yang mereka rasakan. padahal apa yang mereka rasakan tidak selalu sesuai dengan kenyataan :)


Bersabarlah dalam setiap masalah, karena dengan itulah, pada akhirnya nanti kamu akan bersyukur dan mendapatkan kehidupan yang indah

Kamis, 16 Juli 2015

Keikhlasan untuk memaafkan

Kamis, 30 April 2015

Amanah yg tak pernah Salah

Pada kesempatan kali ini, saya akan coba berbagi mengenai amanah yang sering dirasakan oleh manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Sebenarnya Ada banyak definisi yang bisa kita dapatkan mengenai kata "amanah". Ada yg mengatakan bahwa amanah adalah sesuatu yg dipercayakan pada kita untuk dikerjakan, amanah adalah kepercayaan orang pada diri kita sendiri dan lainnya. Tp saya pribadi lebih sering mengartikan kalimat "amanah" adalah sebuah tanggungjawab yg diberikan oleh sekitar kita dengan mempertimbangkan kapasitas kita.

Karena sebuah amanah senantiasa mempertimbangkan kapasitas kita, itu artinya orang yg mempercayakan atau memberikan tanggung jawab pada diri kita sesungguhnya sudah menilai kemampuan diri kita sebelumnya, sehingga seharusnya kita mampu menjalankan setiap amanah yg ada. Hanya saja, diri kita sendiri yang seringkali menganggap keterbatasan kita sebagai manusia merupakan salah satu faktor yang menimbulkan ketidakmampuan kita dalam menjalankan sebuah amanah, padahal Jika kita pandang dari sudut pandang yg lebih luas lagi, sebagai seorang manusia yg diberikan amanah oleh Tuhan untuk menjaga dan mengelola dunia ini beserta isi dan dinamikanya maka sudah pasti kita dipandang oleh Tuhan itu mampu menjalankan apa yang ada di depan kita sepanjang harinya. Jika memang kita tidak mampu menjalani apa yang ada di depan kita, lantas untuk apa kita hidup bukan?

Jadi, Tidak perlu merasa diri kita kecil dibandingkan dengan besarnya amanah yang ada di depan kita karena sesungguhnya amanah itu tidak pernah salah dalam memilih pundak orang yg akan dibebankan. :)

Semoga bermanfaat...

Minggu, 19 April 2015

Batasan Kesabaran Manusia ??


       Tulisan saya yang pertama di bulan ini terinspirasi dari status salah satu rekan saya yang sedang berada diambang kesabarannya dalam menghadapi tekanan pekerjaan yang mendera hari-harinya. Beberapa saat yang lalu tanpa sengaja saya membaca status pribadinya di media sosial. Sekilas saya anggap status teman saya ini seperti biasa saja karena memang status berupa keluhan memang kerap kali saya temui ketika menjelajah dunia maya seperti kali ini. Namun beberapa detik setelah membaca status itu mendadak muncul pula pertanyaan dalam kepala saya mengenai ambang batas kesabaran seorang manusia yang sering sekali diuji dengan tekanan permasalahan. Saya rasa tidak hanya kawan saya yang satu itu yang mengalami berada diambang kesabaran tatkala menjalani tekanan dari hari ke hari, tapi saya yakin masih banyak juga orang-orang diluar sana yang berada diambang batas kesabaran akibat banyak permasalahan yang mendatangi kesehariannya. Saya sendiri beberapa waktu lalu juga sempat berada diambang batas kesabaran ini. Bagi saya hal ini cukuplah wajar mengingat setiap manusia senantiasa dihadapkan pada permasalahan sesuai porsinya masing-masing yang tentu saja menguji sampai dimana batas kesabarannya. Ada yang diuji dengan permasalahan pribadi, permasalahan keluarga, permasalahan pekerjaan dan masih banyak lagi jenih permasalahan yang dapat menguji sampai dimana kesabaran kita

       Pertanyaannya yang mendadak muncul di kepala saya adalah sebenarnya sampai dimanakah batas kesabaran manusia? Pertanyaan ini pun akhirnya berputar-putar di kepala saya untuk dicari jawabannya. Cukup berat memang menakar ukuran sampai dimana kesabaran manusia, mengingat sebagai manusia biasa yang penuh keterbatasan pasti akan ada kala dimana kesabaran seorang manusia pun akan dibatasi. Namun benarkah kesabaran manusia itu memang ada batasnya sebagaimana seorang manusia yang penuh keterbatasan? 

       Selama ini ketika mendengar kata kesabaran, maka kita selalu mengidentikkan dengan menahan kemarahan. Padahal kesabaran yang sesungguhnya bukan hanya ketika kita mampu menahan amarah melainkan juga kesabaran dalam menjalani problematika setiap hari-hari kita yang mungkin tidak se ideal harapan kita, Seperti kesabaran tatkala menghadapi permasalahan, kesedihan, perpisahan, amarah, emosi dan banyak hal lainnya dalam hidup. Orang-orang yang mampu mencapai tahap kedewasaan dalam hidupnya sebenarnya adalah mereka yang mampu melewati setiap permasalahan, kesedihan, perpisahan dan beberapa hal seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Orang-orang dewasa tadi mampu bertahan dan bersabar dalam menghadapi hal-hal tadi sehingga mendapatkan tingkat kedewasaannya. Bisa kita bayangkan bila kesabaran manusia diciptakan terbatas? Pasti tidak akan ada manusia yang bisa mencapai tingkatan dewasa yang bisa bertahan hidup bukan? Karena mereka sudah menyerah dan memilih untuk membatasi kesabarannya sehingga mereka tidak mampu menghadapi tekanan kehidupannya

Jadi, Jangan Pernah membatasi kesabaran kita hanya dengan dalih keterbatasan kita sebagai manusia biasa, karena sesungguhnya Tuhan menciptakan hati kita lebih luas dari yang bisa manusia perkirakan dengan keterbatasannya. 


Sesungguhnya KESABARAN itu bukan masalah KEMAMPUAN, melainkan masalah KEMAUAN

 

Sabtu, 18 April 2015

Makna Perjuangan dari kerasnya Kehidupan

Kekecewaan untuk Mengelola Harapan