Minggu, 20 Juli 2014

Buah dari Beratnya sebuah Keikhlasan

Keikhlasan itu memang cukup berat untuk dijalankan, karena buah dari keikhlasan nantinya teramat indah untuk dirasakan


       Ikhlas adalah sebuah kata yang sering muncul ketika kita merelakan atau menerima sebuah kondisi yang tidak kita harapkan. Keikhlasan juga bisa muncul ketika kita melakukan sesuatu tanpa kita mengharapkan timbal balik atau balasan dari apa yang kita lakukan tadi. selain dua makna keikhlasan yang barusan saya sebutkan diatas, sebenarnya lebih banyak lagi definisi dari sebuah keikhlasan yang dipahami oleh manusia yang tentunya itu semua tergantung dari situasi dan kondisi dari masing-masing manusia itu tadi. Saya tidak akan memaparkan semua definisi kata ikhlas yang dipahami oleh tiap manusia tapi dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi sudut pandang saya tentang beratnya sebuah keikhlasan dan apa yang bisa kita dapatkan ketika kita menjalani sebuah keikhlasan yang terlihat berat itu :)
     Yang pertama, menerima atau merelakan sebuah kondisi yang sebenarnya sama sekali tidak kita harapkan itu adalah sesuatu yang cukup sulit. Karena salah satu sifat manusia yang ingin kebutuhan atau keinginannya dipuaskan dan dipenuhi tapi mereka tidak menyiapkan diri mereka ketika apa yang mereka harapkan itu tak bisa terwujud. Menurut saya pribadi, mungkin hal ini ada hubungannya dengan motivator-motivator di dunia yang membiasakan diri kita untuk berpikir optimis dan hanya memfokuskan pada tujuan kita. Saya tidak bisa mengatakan bahwa apa yang ditanamkan oleh para motivator itu salah. Tapi menurut saya bisa saja audience atau orang yang dimotivasi itulah yang salah paham dalam menangkap maksud dari para motivator tadi. Memang benar bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka kita harus benar-benar fokus pada apa yang kita inginkan dan membuang jauh pikiran negatif dan perasaan pesimis yang kita rasakan. Tapi yang jadi tidak tepat adalah ketika orang-orang yang dimotivasi itu kemudian hanya fokus pada keberhasilan mereka dan secara psikologis jadi tidak siap ketika apa yang mereka inginkan itu tak bisa terwujud. Di titik inilah kemudian kita akan menemukan banyak orang yang langsung down mentalnya dan merasakan putus asa yang cukup mendalam hingga sulit bangkit. Bagi saya pribadi, optimis dan membuang pemikiran negatif tentang apa yang jadi tujuan kita memang penting karena itu akan membuat kita memiliki kekuatan lebih untuk meraih apa yang kita harapkan. Jadi, ketika saya sudah memiliki tujuan yang ingin saya capai, maka saya akan memperjuangkannya dengan optimisme tinggi. Tapi ketika telah tiba penentuan hasilnya dan ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan, maka bagaimanapun beratnya tetaplah harus kita terima dan kita jadikan motivasi lebih untuk meraih hal tersebut di kesempatan selanjutnya ataupun di kesempatan lain. Bukankah kegagalan adalah sesuatu yang wajar apabila kita memang ingin sukses?
      Yang kedua adalah, keikhlasan dalam memberikan sesuatu tanpa mengharapkan timbal balik. Secara teori terlihat cukup sederhana memang untuk dijalankan, meskipun sebenarnya ketika kita menjalankan ikhlas dalam hal ini sulit dan kadang banyak pikiran negatif muncul. Kita memang sering memberikan sesuatu baik itu berupa barang ataupun berupa bantuan pada orang-orang disekitar kita. Tapi apakah kita benar-benar ikhlas ketika memberikannya?  Apakah tak pernah terlintas sedikitpun di benak kita mengenai apa manfaat dan kegunaan yang orang tersebut bisa berikan pada diri kita ketika kita memberikan sesuatu padanya? Ketika pikiran negatif untuk menjawab pertanyaan barusan muncul, maka kemudian yang kita rasakan adalah rasa malas dalam memberikan sesuatu apabila itu tidak menguntungkan bagi diri kita di masa depan.
       Dari kedua paragraf yang saya paparkan diatas, keikhlasan memang menjadi hal yang secara normatif dan secara teori mudah namun memiliki penerapan yang tidak semudah teorinya karena kita sebagai manusia bisa yang memiliki keterbatasan dan sisi negatif yang kadang kala sulit untuk kita redam dalam sebuah kesempatan. Manusia bukanlah malaikat yang memiliki sisi positif yang sempurna. Itu sebabnya manusia harus senantiasa berusaha untuk mewujudkan keikhlasan dalam dirinya dengan semaksimal mungkin. Tidak mudah memang keikhlasan ini untuk diwujudkan, karena buah dari keikhlasan ini menurut saya sangat luar biasa rasanya. Buah dari sebuah pohon yang bernama keikhlasan adalah cara pandang yang berbeda dalam melihat sebuah masalah dalam kehidupannya. Orang yang memahami konsep keikhlasan dengan baik nantinya adalah orang yang melihat sebuah permasalahan bukan sebagai sesuatu yang akan merugikannya, tapi dia melihat sebuah permasalahan sebagai sesuatu yang harus dia lewati apabila dia ingin senantiasa jadi pribadi yang lebih baik.

Semoga Bermanfaat. :) 
apabila ingin berbagi cerita di website ini, kirimkan tulisan rekan-rekan pembaca ke alamat : ivandhana@yahoo.com 
Mari kita berbagi sudut pandang yang kita miliki tentang kehidupan agar kita bisa melihat sisi lain dari kehidupan yang mungkin sebenarnya itulah yang benar-benar kita butuhkan.....

Sabtu, 05 Juli 2014

Masa Lalu yg membentuk kita di Masa Kini

Masa lalu memang tidak semuanya indah untuk dikenang, tapi kita tetap harus mengakui bahwa karena baik atau buruknya masa lalu kita itulah kita bisa sampai di titik sekarang ini


       Setiap orang pasti punya masa lalu, sebuah kenangan di masa dahulu tentang kehidupannya yang kadang masih sering kita ingat di masa kini. Ada banyak macam momen di masa lalu itu dalam kehidupan manusia. Untuk mempermudah apa yang ingin saya share kan pada kesempatan kali ini, saya coba pisahkan masa lalu ini menjadi 3 bagian, yaitu masa lalu yang buruk, masa lalu yang biasa saja dan masa lalu yang indah :
  1. Masa lalu buruk cenderung ingin kita lupakan, seperti pengalaman buruk, kesedihan,kegalauan dan hal negatif lainnya
  2. Masa lalu biasa saja yang cenderung terlupakan, ini seperti aktivitas kita sehari-hari yang rutin kita lakukan di masa lalu. Cepat atau lambat dengan berjalannya waktu kita kadangkala melupakan aktivitas rutin kita di masa lalu.
  3. Masa lalu indah tidak ingin kita lupakan dan ingin selalu dikenang hingga saat ini, nah untuk yang satu ini banyak orang yang menganggapnya dominan dalam membentuk kepribadian kita karena sampai saat ini, kenangan masa lalu indah lah yang seringkali masih kita ingat.

       Diantara ketiga masa lalu itu, manakah yang dominan membentuk kepribadian kita saat ini? jawabannya adalah semua masa lalu itu menurut saya sama sama dominannya sebagai pembentuk diri kita yang saat ini, walaupun untuk masa lalu yg biasa saja itu cenderung kita lupakan, tapi di memory kita sebenarnya tanpa sadar tetap terekam yang kadang kita keluarkan dalam bentuk perilaku yang menjadi kebiasaan tanpa kita sadari.
      Banyak orang yang ingin melupakan masa lalunya yang tidak mengenakkan dan tidak menyenangkan. Saya termasuk orang yang tidak sepakat dengan pandangan ini karena bagi saya masa lalu tidaklah pantas untuk kita lupakan begitu saja, sama halnya dengan kita harus mengingat slogan “jasmerah” jangan sekali-kali merupakan sejarah. Kita tidak boleh melupakan masa lalu buruk kita begitu saja sebelum kita belajar sesuatu dari masa lalu buruk tersebut.  Masa lalu buruk memang rasa-rasanya ingin sekali kita lupakan, tapi sebenarnya kita malah harus selalu mengingatnya dan berupaya agar hal buruk di masa lalu itu tidak terulang di masa kini. Atau apabila dijabarkan dengan bahasa lain adalah “kita harus belajar dari masa lalu, agar tidak jatuh di lubang yang sama”. Bukankah manusia dituntut untuk beajar dari kesalahan? Jika kita melupakan kesalahan kita, bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya lagi?
       Kesimpulannya adalah suka atau tidak suka, mau ataupun tidak mau, diri kita saat ini adalah hasil dari masa lalu kita baik itu masa lalu baik maupun yang buruk. Akan sangat beruntung apabila diri kita saat ini lebih baik ketimbang diri kita di masa lalu. Itu artinya kita telah belajar banyak dari pengalaman kita dan tidak lari dari masa lalu dengan cara melupakannya. :) 

       Yuk kita semua memaknai dan merefleksikan masa lalu kita dan kemudian membandingkan dengan diri kita saat ini.. sudahkan kita jadi pribadi yang lebih baik ketimbang diri kita di masa lalu??? 

Minggu, 29 Juni 2014

Pekerjaan dan Pencapaian kita sebagai Manusia

“Apa yang kamu pikirkan tentang keinginanmu dalam pekerjaanmu, sesungguhnya itulah yang akan benar-benar kamu dapatkan walaupun seharusnya kamu bisa mendapatkan lebih dari yang kamu inginkan dari apa yang kamu kerjakan itu”



      Saya seringkali mendengar keluhan yang keluar dari teman-teman saya ketika dia telah resmi masuk dunia kerja. Ada yang mengatakan bahwa pekerjaan di sebuah kantor adalah hal yang melelahkan, membosankan dan banyak hal negatif lainnya. Sering pula saya melihat teman-teman saya yang gemar berpindah dari satu tempat kerja ke tempat kerja lainnya untuk mendapatkan materi yang lebih layak. Menurut mereka, bekerja adalah untuk mencari materi yang layak, sehingga ketika mereka mendapatkan tawaran untuk bekerja di tempat lain yang mereka pandang bisa mendapatkan materi yang lebih banyak, maka mereka akan menerima tawaran itu dengan tangan terbuka. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah mengingat kita bekerja memang salah satunya untuk mencari materi yang layak, tapi apabila kita pahami lebih jauh, perilaku ini sebenarnya memiliki dampak yang negatif, karena manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah puas, ketika ada tawaran yang lebih baik dia pasti akan menerimanya demi memuaskan dirinya saat ini dan begitu juga seterusnya, itulah sebabnya menurut saya pribadi, menjadikan materi sebagai acuan utama dalam bekerja sesungguhnya adalah sebuah bom waktu yang pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri. Selain itu kita juga menjadi mudah bosan dan tidak nyaman dalam menjalani pekerjaan kita setiap harinya karena kita hanya merasa sebagai sebuah robot yang menjalankan aktivitas yang sama setiap harinya demi mendapatkan materi belaka.  Beberapa saat sebelum saya sendiri masuk ke dunia kerja, saya sempat berdiskusi dengan beberapa rekan mengenai dunia kerja yang menurut mereka hanyalah sebagai tempat untuk mencari uang belaka, dan dari diskusi itu saya menyimpulkan beberapa hal, yaitu :
      Menurut saya pribadi sebenarnya pemahaman awal kita bahwa kita bekerja untuk mencari uang adalah sesuatu yang akan membuat kita kehilangan nilai lebih dari sebuah pekerjaan itu sendiri. Ketika itu yg kita pikirkan, maka memang kita bekerja hanya akan mendapatkan uang dan kita akan kehilangan manfaat lainnya yang sebenarnya bisa kita dapat. Saya lebih suka menggambarkan bahwa saya bekerja untuk mengembangkan diri dan kepribadian saya,meningkatkan kemampuan saya, menambah jaringan dan link serta untuk memperoleh uang yang akan berguna untuk melanjutkan kehidupan saya ke depannya. Disini saya meletakkan tujuan “uang” di bagian akhir bukan karena saya menganggap uang tidaklah penting dalam sebuah pekerjaan, hanya saja saya menganggap bahwa ketika kita bekerja di sebuah lingkungan yang kondusif sehingga mampu mengembangkan diri kita dan mampu menambah relasi kita maka datangnya materi secara otomatis akan mengikuti. Sehingga untuk ke depannya ketika kita bekerja di sebuah tempat, kita tidak dibutakan oleh uang semata. 
      Uang memang penting, tapi dia bukanlah segalanya. Bukankah sering kita sering mendengar bahwa banyak orang kaya yang hidupnya tidak tenang? Ada pula orang yang hidupnya biasa-biasa saja tapi dia sangat nyaman dan tenang menjalani hari-harinya. Disini bisa kita simpulkan bahwa kita sebagai manusia itu sesungguhnya tidak bekerja untuk mendapatkan uang, tapi kita bekerja untuk melanjutkan kehidupan kita sebagai manusia. Apakah kehidupan kita tersebut kita lanjutkan dengan baik atau buruk tentunya bergantung dari keputusan yang kita ambil sendiri dalam menjalani hari-hari kita. Disinilah saya rasa definisi kata bekerja menjadi lebih bermakna positif dan tidak diidentikkan dengan uang semata.
      Semoga sedikit pemikiran saya mengenai dunia kerja ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Bagi pembaca yang mungkin sedang dalam proses mencari pekerjaan, saya ada satu saran untuk kalian, yaitu bekerjalah untuk mengembangkan dirimu dan menjadikanmu seseorang yang lebih baik tidak hanya dari segi materi, tapi juga dari segi kepribadian dan kemampuanmu. Jadi, carilah lingkungan kerja yang kamu sukai, kamu nyaman disana dan kamu yakin bahwa ditempat itulah kamu akan jadi seseorang yang lebih baik  

Minggu, 22 Juni 2014

Kenyamanan yg Harus Diciptakan utk Bertahan

“Kenyamanan bukanlah sesuatu yang hanya harus diharapkan, tapi dia senantiasa harus diciptakan apabila kita ingin tetap bertahan di tengah kendala kehidupan”


      Sebagai seorang manusia yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu, ada kalanya kita dihadapkan pada suatu kondisi yang tidak ideal dan cukup mengusik kenyamanan kita sehingga kita cenderung ingin menghilangkan ataupun menjauhi keadaan yang membuat diri kita merasa tidak nyaman tersebut. Hal ini cukup wajar sebenarnya mengingat diri kita sebagai manusia yang normal pasti menginginkan untuk selalu berada dalam situasi yang memang dia inginkan.  Tapi pertanyaanannya adalah bisakah kita selalu berada di dalam keadaan yang nyaman dan kita inginkan? Bukankah kadang ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita yang tetap harus kita terima?
       Bagi saya pribadi, kenyamanan itu bukanlah sesuatu yang hanya harus kita harapkan dan inginkan, tapi dia adalah sesuatu yang harus kita ciptakan karena sesungguhnya kenyamanan itu sangat bergantung pada cara pandang yang kita ambil dalam sebuah permasalahan. Itu sebabnya kita sering melihat beberapa orang yang melihat sebuah keadaan memiliki perbedaan pendapat dan sudut pandang. Satu orang mengatakan bahwa keadaan itu bukanlah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan dan orang lainnya berpendapat bahwa keadaan itu adalah sebuah masalah besar. Dimanakah diantara kedua orang ini yang benar? Tentu saja untuk mendapatkan kebenarannya kita perlu melihat keadaan itu dari berbagai sisi secara menyeluruh. 
       Yang saya tau pasti, lari dari sebuah kondisi yang tidak nyaman menurut diri kita adalah sebuah perbuatan yang justru akan membuat kita menjadi orang kerdil yang hanya tau apa yang kita inginkan namun tidak pernah tau apa yang sebenarnya kita butuhkan. Bisa jadi ketidaknyamanan yang kita hadapi saat ini adalah sarana pendewasaan kita agar kita bisa menghargai makna sebuah kenyamanan dengan lebih baik. Sehingga sebenarnya ketidaknyamanan itulah yang kita butuhkan saat ini agar kita bisa menghargai dan tau seperti apa kenyamanan yang sebenarnya kita butuhkan di masa depan. Jadi untuk bisa tetap bertahan di tengah keadaan yang tidak nyaman tadi adalah dengan membuatnya jadi sesuatu yang nyaman bagi diri kita. Karena seperti yang sudah saya jelaskan diatas, kadang kenyamanan hanyalah masalah cara pandang yang artinya sesuatu yang tidak nyaman menurut kita bisa saja kita buat menjadi sesuatu yang nyaman apabila kita mau mengubah sudut pandang kita sedikit dan menghilangkan sedikit egoisme pribadi kita. Karena kita tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, maka ada kalanya kita hanya bisa menerima apa yang ada di depan kita dengan keikhlasan karena hanya keikhlasan lah yang sebenarnya mampu meringankan ketidaknyamanan. Tidak perlu terlalu banyak mengeluh, cukup hadapi dan nikmati.
       Mungkin itu beberapa hal yang bisa saya share pada kesempatan kali ini di tengah aktivitas baru saya yang membuat saya tidak bisa berbagi sesering biasanya. Semoga bermanfaat  

Sabtu, 31 Mei 2014

Hubungan Pertemanan dan Persahabatan

"Yang membedakan antara seorang sahabat baik dengan teman biasa adalah kemampuannya untuk menempatkan dan memposisikan dirinya dalam kehidupan kita"


       Teman adalah seseorang yang kita kenal dan kita jumpai di saat tertentu. untuk mencari teman caranya cukup mudah, cukup diawali dengan berkenalan dan dilanjutkan dengan sedikit berbincang maka sebenarnya ketika itu kita sudah bisa menganggap bahwa kita sudah berteman dengan lawan bicara kita itu tadi. cukup sederhana bukan? :) hubungan pertemanan memang sebuah hubungan yang menyenangkan dan merupakan kebutuhan kita sebagai manusia yang fitrahnya adalah makhluk sosial yang tentunya hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Bagaimanapun keadaan kita saat ini, apakah kita termasuk manusia yang lebih suka melakukan segala aktivitas kita sendirian ataupun tidak, kita tetaplah tidak bisa hidup sendirian dalam memenuhi kebutuhan kita sehari-harinya. atau dengan kata lain kita senantiasa membutuhkan orang lain disekitar kita. Karena kebutuhan kita sebagai makhluk sosial inilah kemudian muncullah istilah hubungan pertemanan ataupun persahabatan.
       Ada beberapa orang yang sedikit salah persepsi mengenai penggunaan kata teman ini. ada beberapa orang yang menganggap bahwa pertemanan dan persahabatan adalah dua hal yang sebenarnya sama. bagi kalian semua yang sudah memiliki sahabat dalam kehidupan kalian, pasti sudah memahami maksud dari tulisan saya ini. Nah. pada kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi pada rekan-rekan semua mengenai perbedaan antara hubungan pertemanan dengan hubungan persahabatan yang saya pahami.  Memang benar bahwa secara umum, antara kata "pertemanan" dengan "persahabatan" memiliki makna yang hampir sama, yaitu menjelaskan hubungan antar dua manusia yang memiliki sebuah kesamaan, baik itu dari sisi kepentingan, kebutuhan, maupun kegemaran pribadinya. Namun, apabila kita maknai dan rasakan lebih seksama, maka sebenarnya hubungan persahabatan itu lebih jauh lebih dalam ketimbang sekedar hubungan pertemanan. hal ini dikarenakan dalam sebuah hubungan persahabatan, ada perasaan lebih dalam untuk memahami situasi dan kondisi sahabat yang dimilikinya tersebut. sedangkan dalam hubungan pertemanan lebih spesifik hanya untuk mengetahui karakter seseorang dan melihat kecocokan dirinya dengan kita tanpa ada maksud untuk melibatkannya lebih jauh dalam kehidupan pribadi kita.
      Bagi saya pribadi berdasarkan beberapa hal yang saya paparkan diatas, yang membedakan antara seorang teman biasa dengan seorang sahabat adalah kemampuan dan kemauan seseorang tersebut untuk menempatkan dirinya dalam kehidupan kita. ada kalanya seorang sahabat berdiri di depan kita untuk membantu dan melindungi diri kita, namun ada pula kalanya seorang sahabat berdiri di belakang kita untuk mendukung diri kita secara penuh. Karena seorang sahabat terlibat lebih jauh dalam kehidupan kita, maka seorang sahabat yang baik selalu tau bagaimana bisa bersikap di depan sahabatnya tadi dan selalu tau apa yang harus dia lakukan untuk membantu sahabatnya yang mungkin sedang mengalami sebuah kendala dalam kehidupan. Hal inilah yang membedakan seorang sahabat dengan seorang teman biasa yang mungkin hanya sekedar mengenali diri kita tanpa ada niat untuk memahami diri kita secara utuh. :)

Rabu, 28 Mei 2014

Harapan,Usaha, dan Penyempurnaan

"Tugas manusia dalam kehidupan ini adalah berharap, berusaha dan membiarkan Tuhan yang menyempurnakan hasil yang kita inginkan di akhir"


       Manusia yang diciptakan di dunia ini  pasti memiliki sebuah harapan. Harapan sendiri menurut saya pribadi adalah sebuah kalimat ajaib dalam hati dan pikiran kita yang berisi sesuatu yang kita inginkan di masa depan yang menggerakkan diri kita untuk melakukan sesuatu di masa kini. Tidak ada seseorang di dunia ini yang bisa hidup dengan normal tanpa adanya harapan. kalaupun ada seseorang yang mungkin hidup tanpa harapan, mungkin dia adalah seseorang yang sama sekali belum memahami tujuan kehidupannya sehingga menjalani kehidupannya tanpa tujuan yang jelas. karena bagaimanapun kehidupan kita saat ini, kita selalu butuh harapan yang menggerakkan diri kita agar kita tetap bisa fokus maju melangkah di tengah kendala yang kita hadapi dalam proses menuju tujuan akhir yang kita harapkan. apabila diibaratkan dengan sebuah mobil, maka harapan adalah bahan bakar utamanya yang membuat sebuah mobil atau diri kita bisa tetap bergerak.
       Setelah memiliki harapan, manusia juga senantiasa dituntut untuk mengeluarkan usaha yang terbaik agar harapannya tadi bisa terwujud. Akan sangat sia-sia seseorang yang memiliki harapan tentang kehidupannya yang lebih baik di masa depan tapi tidak mau berusaha sama sekali untuk mencapai harapannya itu. Dengan kata lain, harapan yang ada di dalam kepalanya hanyalah sesuatu yang sia-sia dan tidak bermanfaat bagi kehidupannya. Apabila kita ibaratkan dengan sebuah mobil, maka usaha adalah usaha yang dikeluarkan oleh seorang sopir untuk membawa mobil itu menuju tempat tujuannya.
       Setelah Harapan dan Usaha, yang terakhir yang harus kita lakukan adalah menunggu Tuhan yang akan menyempurnakan hasil yang ingin kita dapatkan. kenapa kita harus menunggu? Jawabannya adalah karena bagaimanapun kita berusaha, kita tetap tidak bisa memprediksi hasil yang mungkin akan kita dapatkan di akhir. Dengan usaha yang sama, dua orang yang sedang berusaha bisa saja memperoleh hasil yang berbeda. Bukan karena faktor keberuntungan diantara kedua orang tersebut, tapi karena takdir dari Tuhan yang membedakan hasil diantara keduanya. apabila kita ibaratkan dengan sebuah mobil atau kendaraan, kondisi ini sama halnya dengan kondisi di perjalanan yang mobil kita hadapi. bisa saja mobil kita sampai di tempat tujuan karena cuaca yang mendukung dan tidak terjadi ban bocor dan musibah lainnya, tapi bisa saja walaupun bensin sudah mencukupi dan sopir sudah berusaha maksimal, kita tetap tidak bisa mencapai tempat tujuan kita karena mobil kita mengalami musibah di jalan. Karena bagaimanapun kita memungkirinya, yang menentukan kondisi perjalanan kita nantinya tetaplah Tuhan yang mengatur segala sesuatu tentang kita. Kita sebagai manusia biasa hanya bisa berusaha dalam batas wajar kita sebagai manusia biasa dengan segala keterbatasan kita.

Jadi, Pertanyaannya sekarang, sudah siapkah mobil kita menghadapi segala kemungkinan dalam proses menuju tempat tujuan kita nantinya? :) 
Semoga bermanfaat..........

Kamis, 22 Mei 2014

Memaknai Fitrah dari Sebuah Proses

"Kadang kita harus terjatuh sesaat dalam proses yang kita jalani dalam hidup ini, bukan karena Tuhan tidak menyertai langkah kita, tapi karena Tuhan ingin agar kita lebih berhati-hati dalam upaya kita menuju tujuan yang kita harapkan"
 
 
       Dalam hidup ini, banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. proses yang kita harapkan bisa berjalan dengan lancar dan kita mampu memperoleh hasilnya, kadang malah berujung dengan kegagalan yang ujung-ujungnya membuat diri kita putus asa. Padahal, kalau mau kita pahami lebih jauh, memang tidak pernah ada hal dalam hidup ini yang selalu berjalan dengan mulus. ada banyak kendala dan permasalahan yang harus kita lewati sebelum kita bisa sampai pada tujuan kita. hanya saja seringkali kita terlampau optimis pada sesuatu yang membuat diri kita tidak mampu menerima sebuah kegagalan. optimis itu memang perlu asalkan itu tidak membuat kita terlalu percaya diri dan tidak mampu menerima kegagalan yang kita hadapi diakhir. 
       Ketika kita terjatuh pada sebuah kegagalan, kadang kita menyalahkan diri kita atau menyalahkan Tuhan atas kegagalan yang kita alami. Kita berpendapat bahwa kita gagal karena memang saat ini Tuhan tidak mengijinkan kita untuk berhasil dalam proses yang kita jalani. contohnya ketika kita mengalami nilai yang mungkin kurang memuaskan di sebuah ujian yang sebenarnya kita yakin bahwa kita mampu mengerjakannya. banyak diantara kita yang kadang berpendapat bahwa nilai mereka memuaskan karena memang Tuhan belum memudahkan langkah mereka untuk mencapai nilai yang baik, padahal bisa saja yang terjadi justru sebaliknya. karena Tuhan ingin agar kita memperoleh hasil yang baik di masa depan, maka Tuhan ingin agar kita belajar lebih banyak dengan adanya nilai saat ini yang kurang memuaskan itu. 
       Jadi, dari beberapa hal yang saya share diatas, mungkin yang ingin saya sampaikan adalah mungkin kita tidak perlu terburu-buru mencela Tuhan atas kegagalan yang kita hadapi saat ini, karena dibalik semua itu kadang Tuhan menyisipkan perhatian spesialnya pada kita yaitu agar kita lebih berhati-hati dalam menjalani prosesnya ke depannya dan agar kita tidak mudah berpuas diri atas segala hasil yang sudah kita peroleh saat ini. Karena sebenarnya Tuhan itu lebih mengenal diri kita beserta segala kelebihan, kekurangan serta kebutuhan kita ketimbang diri kita sendiri. :) 
 
Semoga Postingan saya kali ini Bermanfaat :-)