Author (Ivandhana)

Trainer, Writer, Inspirator Mutiarahati, Founder of Inspiring Youth Educators, Chief Content Officer at KickHope.com, HC Learning and Development at PT BFI Finance Indonesia Tbk.

author

MENGELOLA KEPUTUSAN

Leave a Comment

     Membuat keputusan untuk melakukan sebuah tindakan itu mudah. Namun, agar diri kita mampu konsisten mengelola keputusan tersebut seringkali menjadi hal yang sulit. Salah seorang sahabat bercerita pada diri saya tentang pengalamannya mendidik salah seorang asistennya di kampus. 

    Sahabat saya ini adalah seorang Dosen di salah satu Perguruan Tinggi dan memiliki seorang mahasiswa yang karakternya sangat positif sehingga berpotensi besar untuk berkembang dan berprestasi. Melihat potensi tersebut, sahabat saya menawarkan untuk menjadi mentor bagi mahasiswa tersebut sehingga dia dapat berkembang lebih jauh lagi. Dorongan yang kuat untuk mengubah nasib membuat si mahasiswa menyanggupi dan berkomitmen melaksanakan beberapa penugasan yang diberikan oleh sahabat saya dalam rangka pengembangan dirinya. 

     Pada minggu pertama, mahasiswa tersebut berkomitmen untuk menjalankan beberapa tugas yang diberikan. Namun, di minggu ketiga sang mahasiswa menyatakan bahwa dirinya menyerah. Ia menyatakan ketidaksanggupannya dalam mengerjakan beberapa penugasan yang diberikan dengan dalih banyaknya permasalahan yang dirasakan dan membuat dirinya tidak fokus untuk melanjutkan pembelajaran. Singkat cerita mahasiswa ini tadi pun akhirnya jadi mahasiswa biasa-biasa secara prestasi dan karir walaupun sebenarnya memiliki potensi besar untuk sukses. 

      Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah mahasiswa diatas adalah mungkin mudah saja bagi kita untuk memutuskan berubah atau melakukan sesuatu. Saya yakin setelah mengikuti banyak seminar motivasi, tutorial, ceramah dan hal positif lainnya, kita mendadak bisa sangat yakin untuk menciptakan perubahan dalam hidup kita. namun yang harus senantiasa diingat adalah, memutuskan perubahan diri dengan benar- benar konsisten melaksanakan perubahan tersebut adalah dua hal yang berbeda. Pada saat kita sudah memutuskan untuk membuat perubahan, selanjutnya yang seharusnya dilakukan adalah kita harus berkomitmen pula untuk menjalankan setiap perubahan tersebut secara konsisten didalam keseharian kita 

     Sayangnya, konsistensi inilah yang seringkali dilupakan hingga akhirnya didalam keseharian saya masih menemui cukup banyak orang yang langkahnya terhenti setelah mereka membuat keputusan. Hal ini juga yg menjadi pembeda antara orang yang pada akhirnya akan berhasil dan mana orang yang akhirnya gagal. Jika kita sudah bertekad untuk berubah sejak awal, maka sudah seharusnya kita tidak berhenti hanya sampai di pembuatan keputusan saja melainkan juga tetap bertahan dan mengelola keputusan tersebut hingga membuahkan sebuah hasil yang kita harapkan.

Semoga bermanfaat. 
ingin update tulisan saya lainnya? silahkan disimak di Fb/twitter/Instagram/Path : @Ivandhana
Read More

GERAKAN Untuk sebuah KEHIDUPAN

Leave a Comment

     Saya pernah mendengar kisah unik di Jepang, tentang kebiasaan para nelayan disana untuk memasukkan seekor hiu kecil didalam kolam penyimpanan ikan Salmon hasil tangkapan mereka di laut. Awalnya mereka memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmonnya tetap hidup. Konon katanya ikan Salmon yang masih dalam keadaan hidup saat diolah lebih enak untuk dinikmati dibandingkan yang diawetkan dengan es. 

     Pada kenyataannya ditemukan bahwa banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut ketika sampai di daratan. Untuk mensiasati kondisi tersebut, para nelayan mencoba memasukkan seekor HIU kecil ke dalam kolam buatan tersebut. Keberadaan hiu “memaksa” ikan-ikan itu terus bergerak agar tidak sampai dimangsa. Strategi tersebut terbukti efektif. Jumlah Salmon yang mati ketika sampai di daratan menjadi sangat sedikit. Dengan kata lain, senantiasa bergerak membuat ikan Salmon tersebut mampu menghindarkan diri dari kematian. 

     Dari kisah diatas, ada satu hal yang bisa kita pelajari yaitu terkadang untuk bisa bertahan hidup, sebagai manusia kita harus senantiasa bergerak. Makna bergerak disini bukan hanya menggerakkan anggota tubuh, melainkan bagaimana gerakan yang kita lakukan itu membuat kita berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Perpindahan tersebut juga bukan hanya secara fisik melainkan juga perpindahan dan perubahan dari segi pemikiran. Harus ada perubahan dari diri kita yang kemarin dengan diri kita hari ini. 

     Awalnya ketika dilahirkan kita belum bisa berjalan, lantas belajar merangkak, belajar berdiri, berjalan hingga akhirnya bisa berlari. Coba bayangkan bila dari kecil hingga besar kita tidak berkembang? Jika sejak lahir hingga dewasa kita tidak mau belajar berjalan, apa yang kira-kira bisa kita lakukan ketika dewasa nanti? 

   Sebagai seorang manusia yang senantiasa berkembang, diri kita pun harus terus bergerak mengembangkan kemampuan kita didalam menjalankan setiap aktifitas kita. bisa dengan belajar dari orang-orang yang lebih expert, belajar dari buku dan belajar melalui media lainnya. Sehingga, diri kita hari ini adalah diri kita yang lebih baik dari diri kita di masa lalu. 

      Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Karena hari ini kita baik-baik saja, bukan berarti di depan kita tidak ada bahaya yang akan mendatangi kita, bukan? Maka yang bisa kita lakukan adalah membuat persiapan sebaik mungkin, walaupun saat ini kehidupan kita sudah terasa nyaman. 

     Bagi saya, manusia hidup itu harus senantiasa bergerak layaknya air yang mengalir dari satu titik ke titik lain. Sebab, yang diam cenderung akan menjadi kotor seperti halnya air di rawa-rawa yang pada akhirnya akan berpotensi mengundang berbagai macam penyakit dan masalah.

Ingin tau lebih banyak tentang saya? silahkan follow IG/Path/FB/Twitter : @Ivandhana
Read More

RUMPUT TETANGGA (TIDAK) SELALU LEBIH HIJAU

Leave a Comment

    Merasa bahwa hidup orang lain lebih mudah dan lebih bahagia ketimbang kehidupan kita berpotensi membuat diri kita lupa bersyukur. Secara tidak langsung itu menyebabkan  kita merasa bahwa hidup kita sendirilah yang paling sulit. Dampaknya bisa membuat diri kita lalai untuk mensyukuri hidup yang sudah kita jalani sejauh ini.

      Pengalaman saya sejauh ini menyimpulkan bahwa tidak ada hidup yang mudah. Siapapun dia, selalu memiliki masalah dalam kesehariannya. Hanya saja kadar masalah tersebut berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada yang masalahnya cukup besar, ada pula yang terlihat ringan, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Terkadang, bisa jadi, sebuah masalah besar bagi seseorang belum tentu masalah besar pula untuk yg lainnya. Namun, tetap saja, setiap orang memiliki masalahnya masing-masing

      Kadang kita melihat seseorang yang tampaknya tidak memiliki masalah dalam kehidupannya. Namun itu karena kita hanya melihat sekilas saja kehidupannya. Akan berbeda keadaaanya jika kita melihatnya secara utuh. Sama halnya dengan kesuksesan, banyak yang "salah melihat" hanya karena memandang pada sepotong-sepotong, pada bagian suksesnya saja. Baca tulisan saya sebelumnya mengenai kesuksesan di link ini 

      Sebagai manusia biasa, seringkali kita memang lebih suka melihat dan menilai kehidupan seseorang dari satu bagian saja. Dan fatalnya lagi, bagian yang kita lihat terkadang adalah sisi “enak” nya saja. Kita tidak mencoba melihat kehidupan seseorang secara keseluruhan yang sudah pasti juga akan ada sisi sulitnya. Itu sebabnya kita melihat seakan-akan hidup orang lain lebih mudah ketimbang hidup kita

Lantas apa yang harus kita lakukan agar tidak melihat hidup orang hanya dari sisi enaknya saja yang artinya itu akan membuat diri kita cenderung lupa untuk bersyukur? 

     Pertama, kita harus mulai belajar untuk memahami bahwa setiap manusia itu pasti hidup dengan masalah. Meskipun hidup seseorang terkesan mudah, kita harus sadar bahwa itu mungkin hanya karena saat ini kita hanya melihat dari sisi enaknya saja dan belum melihat dari sisi lainnya yang bisa saja penuh dengan kesulitan.

     Kedua, ketika kita melihat kehidupan seseorang yang tampaknya lebih mudah ketimbang hidup kita, jangan terburu-buru menyimpulkan. Coba amati kehidupannya secara keseluruhan dan lihat kehidupannya dengan lebih dekat. Disitulah kita akan menemukan sisi lain dari sulitnya kehidupan seseorang yang bisa kita jadikan bahan pembelajaran

     Setelah melihat kehidupan orang lain secara keseluruhan, selanjutnya coba bandingkan dengan kehidupan kita saat ini dan coba temukan momen indah yang perlu kita syukuri didalam kehidupan kita yang mungkin selama ini sudah kita rasakan namun kita lupakan sejenak karena kita terlalu “silau” melihat kehidupan orang lain. Yakinlah selalu bahwa kehidupan kita saat inilah yang terbaik buat diri kita. Karena, belum tentu kehidupan indah yang orang lain miliki itu juga akan menjadi indah ketika itu menjadi bagian kehidupan kita saat ini. Bila kita bahagia melihat kehidupan seorang pilot yang berkecukupan dan bisa rutin terbang di awan, bukan berarti kita juga akan bahagia ketika kita nanti benar-benar menjadi seorang pilot yang hidupnya penuh dengan risiko, bukan?

Karena sesungguhnya rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau karena kita sendiri yang mengarahkan sudut pandang kita untuk melihat sisi hijaunya saja. Kita suka lupa bahwa di bagian lain mungkin tidak sehijau itu.
Read More

PERJUANGAN yang Menopang KESUKSESAN

Leave a Comment

     Kesuksesan itu sama seperti gunung es. Hanya sebagian kecil saja yang terlihat di puncaknya. Sedangkan di bawah puncak tersebut sebenarnya tersimpan bongkahan es yang jauh lebih besar namun tak terlihat. Seringkali kita hanya mampu melihat kesuksesan seseorang dari apa yang terlihat atau hasil pencapaiannya, namun dibalik itu sebenarnya tersimpan proses persiapan didalam mencapainya yang jauh lebih besar dan berliku namun jarang kita lihat.

     Kemarin saya baru saja selesai menonton film Rudy Habibie di salah satu bioskop di Jakarta. Jika di film pertamanya lebih banyak dibumbui kisah asmara, maka di fim kedua ini menggambarkan perjuangan seorang Rudy Habibie muda dalam memperjuangkan impiannya di Jerman yang tentu saja dengan beragam tantangan. Untuk tau lebih jelasnya rekan-rekan bisa saksikan secara langsung di bioskop karena tidak akan saya bahas di tulisan saya kali ini. Khawatir nantinya menjadi spoiler. hehe 

     Selama ini kita hanya melihat seorang Habibie dari keberhasilannya sebagai insinyur pesawat kebanggaan Indonesia sekaligus presiden Indonesia yang ketiga. Tidak ada yang meragukan kecerdasan beliau karena dari tangan beliau lah bisa tercipta pesawat N-250 buatan Indonesia yang pertama kalinya. Banyak orang yang terinspirasi dari kisah sukses dan beragam pencapaian beliau yang akhirnya membuat beliau menjadi panutan bagi jutaan warga Indonesia. 

     Namun, kita harus menyadari bahwa setiap kisah kesuksesan seorang BJ Habibie sebenarnya juga dibangun dari kisah pahit, masalah dan beragam kesedihan yang akhirnya menempa dan mengantarkan beliau menuju kesuksesannya. 

     Banyak orang yang ingin sukses namun mereka tidak pernah mempersiapkan diri untuk melewati prosesnya yang penuh liku. Itu sebabnya sukses yang mereka inginkan itu jarang berujung pada kenyataan. Bukan karena mereka tidak tau caranya sukses, namun karena mereka tidak benar-benar mempersiapkan diri untuk melewati proses yang dibutuhkan menuju kesuksesan tadi. 

   Saya beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang punya potensi besar, semangat dan antusiasme yang meluap-luap untuk membuat perubahan bagi lingkungan sekitarnya, namun ketika dihadapkan dengan permasalahan keseharian, dia jadi sangat sibuk dengan beragam kendala tersebut sehingga akhirnya merasa terbeban dan pesimis sehingga akhirnya berhenti memperjuangkan potensi dan semangatnya yang akhirnya membuat kehidupannya jadi biasa-biasa saja. 

   Saya juga sering bertemu dengan peserta seminar bisnis dan seminar kesuksesan. Sesudah mengikuti seminar, aura semangat untuk bisa sukses selalu terpancar dalam diri mereka. Namun berapa persen dari peserta training tersebut yang akhirnya benar-benar bisa sukses? Bisa dibilang cukup minim karena ketika benar-benar dihadapkan dengan permasalahan dalam proses menuju kesuksesan tersebut, banyak yang akhirnya menyerah dan berhenti berjuang. Itulah yang menyebabkan akhirnya banyak peserta seminar kesuksesan yang justru tidak sukses. 

     Yang harus senantiasa kita ingat adalah bahwa kesuksesan itu hanyalah ujung kecil yang terlihat layaknya puncak gunung es dan dibalik kesuksesan tersebut ada banyak kesulitan yang menopangnya layaknya dasar dari gunung es yang terbenam di air yang walau tak terlihat namun harus dihadapi. 

   Bagi saya, sebuah kesuksesan adalah ujung kecil yang terlihat manis. Namun untuk memperolehnya membutuhkan perjuangan besar yang tidak semua orang siap menghadapinya. Itulah yang akhirnya membedakan antara orang yang ingin sukses dengan orang yang benar-benar akan sukses, yaitu kesiapan untuk menghadapi beragam permasalahan dalam proses menuju kesuksesan...
Read More

Bulan Ramadan dan Sebuah Kebiasaan

Leave a Comment

     Sudah menjadi pemandangan lazim ketika kita melihat fenomena di bulan ramadan tentang banyaknya masjid yang mendadak penuh dengan mereka yang berlomba-lomba untuk mencari pahala. Mulai dari meningkatkan intensitas sholat di masjid hingga meningkatkan amalan keseharian seperti sedekah, dan lainnya menjadi tambahan rutinitas yang dilakukan untuk menambah pahala di bulan ramadan. 

      Seperti yang saya rasakan akhir-akhir ini di masjid dekat rumah. biasanya, ketika sholat subuh, jamaah yang sholat di masjid hanya beberapa orang saja. Namun di bulan ramadan kali ini, jamaah tiba-tiba membludak. Bagi saya pribadi, kondisi ini menjadi momen yang membahagiakan karena makin banyak orang yang sadar untuk sholat subuh berjamaah di masjid, namun disisi lain juga menjadi situasi yang memprihatinkan karena biasanya selesai bulan ramadan, jamaah sholat subuh menyusut kembali.

      Ramadan adalah bulan yang penting dan suci bagi umat Islam. Ayat-ayat pertama Al-Qur'an diturunkan pada bulan ini . Allah SWT ingin Muslim untuk menunaikan puasa dan meningkatkan lebih banyak ibadahnya di bulan ini. Itu sebabnya beberapa hadits menyebutkan bahwa ketika bulan ramadan, berjuta pahala disebarkan dan dilipatgandakan. Yang tujuannya tentu agar setiap orang-orang berlomba-lomba meningkatkan amalan dan berbuat kebaikan 

      Beberapa ulama pun ada yang mengisahkan bahwa Ramadan juga berarti ‘mengasah’ karena konon katanya masyarakat Jahiliyah pada bulan tersebut mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, atau melatih kebiasaan untuk menatap bulan ke depan sebagai momen yang senantiasa penuh dengan perbaikan 

      Dari beberapa pengertian diatas, saya akhirnya memahami bahwa sebenarnya tidak akan ada artinya kita meningkatkan amalan kita di bulan ramadan bila hal tersebut tidak dibarengi juga dengan tekad untuk konsisten menjalankan amalan yang telah terbiasa kita lakukan di bulan-bulan selanjutnya setelah bulan ramadan. Karena bagi saya pribadi, 11 bulan setelah bulan ramadan adalah sebuah pembuktian yang lebih berat tentang apakah bulan ramadan yang telah kita lewati benar-benar mampu meningkatkan kualitas diri kita ataukah hanya momen ritual sebulan belaka yang tak ada manfaatnya dalam peningkatan kualitas diri kita yang sesungguhnya.

Semoga menjadi bahan renungan kita bersama :)
ingin mengobrol secara langsung dengan saya? silahkan add fb/twitter/instagram : @Ivandhana

Read More

IMPIAN dan KUNCI KEBAHAGIAAN

Leave a Comment

     Masih ingatkah kita tentang cita-cita atau impian masa kecil? Mungkin impian menjadi dokter, polisi, tentara pernah singgah di benak kita. Seiring berjalannya waktu dan disebabkan oleh berbagai faktor, impian masa kecil kita makin lama makin kandas dan menghilang tak berbekas yang akhirnya membuat kita menjalani kehidupan yang jauh berbeda.

     Beberapa kali, di tengah sesi training yang saya jalankan, saya bertanya kepada peserta tentang apa impian mereka. Rata-rata peserta training yang saya tanya terkesan agak sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal berbeda ketika saya mencoba bertanya kepada anak-anak usia TK atau SD. Anak-anak tersebut seakan memiliki semangat dan antusiasme untuk menjawabnya. Kondisi ini tentunya sangat disayangkan, karena bagi saya pribadi dengan memiliki impian sebenarnya kita memiliki modal awal untuk mencapai apa yang jadi tujuan kita dan selangkah lebih dekat untuk mendapatkan kesuksesan yang kita impikan

      Saya pernah membaca suatu kutipan yang mengatakan bahwa “impian adalah nyawa sebuah kesuksesan”. Bagi saya, dengan memiliki impian, hidup kita akan jadi lebih terarah dan kita memiliki tujuan didalam kehidupan. Namun pengalaman saya beberapa waktu lalu ketika membaca salah satu hasil survey tentang impian ternyata membuka pandangan saya lebih luas, yaitu impian tidak hanya merupakan nyawa dari kesuksesan, melainkan juga merupakan salah satu faktor pemicu lahirnya kebahagiaan.

      Survei dari Global Dreams Index Survey tahun 2016 mengungkapkan bahwa separuh populasi perempuan di dunia menyerah akan mimpi-mimpi mereka dan tidak puas atas kehidupan yang mereka jalani saat ini. Dari hasil survei terhadap 5.400 perempuan di 14 negara, 3 dari 5 perempuan tidak mengejar mimpi atau pun tidak puas dengan kehidupan mereka. Bahkan di Asia, banyak perempuan yang kurang puas dengan kehidupan saat mereka tumbuh dewasa.

     Ada beberapa kendala utama dalam mewujudkan mimpi masa kecil para perempuan Indonesia, yaitu terbatasnya dukungan finansial, rasa takut untuk keluar dari zona nyaman, dan takut untuk tidak mencapai definisi sukses pada umumnya. Namun, uniknya sebanyak 82 persen perempuan di seluruh dunia yang mengejar mimpinya merasa telah puas dengan hidupnya dan mereka sangat yakin dengan definisi sukses secara personal, yaitu melakukan sesuatu yang dicintai.

       Artinya seseorang yang memiliki impian yang sedang maupun telah selesai diperjuangkan memiliki kemungkinan lebih besar untuk hidup lebih bahagia ketimbang orang-orang yang tidak pernah membuat impian semasa hidupnya. Mengapa bisa demikian? pernahkah rekan-rekan merasa menjalani rutinitas yang hanya itu-itu saja cenderung membuat diri kita bosan? Apakah rasa bosan tersebut bila kita biarkan mampu menumbuhkan kebahagiaan? Tentu tidak, bukan? Nah, penjelasan sederhananya bagi saya seperti itu.

       Ketika kita hidup tanpa impian ataupun tujuan, kita akan cenderung menjalani hidup sekadarnya saja sehingga terkesan monoton yang efeknya akan menimbulkan rasa bosan, hidup datar dan perasaan kurang bahagia. Sebaliknya, mereka yang memiliki impian cenderung memiliki kehidupan yang menantang karena mereka akan terus terpacu untuk mengeluarkan usaha dalam upaya menggapai impiannya. Inilah yang membuat hidup mereka jadi menarik dan berwarna yang akhirnya akan meningkatkan potensi kebahagiaan didalam hidup mereka.


Jadi, yuk kita bermimpi sembari terus berupaya meraihnya agar kita mendapatkan kebahagiaan kita.


ingin ngobrol langsung dengan saya? silahkan follow twitter/ Instagram/path : @ivandhana dan facebook : @ivandhana

Read More

KESALAHAN untuk PERBAIKAN di masa depan

Leave a Comment

Maaf ya aku terlambat hadir

Maaf ya baru balas smsmu

Maaf ya atas kesalahanku

Maaf ya karena gara-gara aku jadinya susah semua

Maaf karena membuat semua org khawatir

Maaf ya karena..............

       Meminta maaf seringkali memang mampu mengurangi potensi permasalahan dengan orang-orang disekitar kita, namun meminta maaf berulang-ulang atas kesalahan yang sama kadang juga menjadi pertanda bahwa diri kita tidak mampu melakukan perbaikan  atas kesalahan yang pernah kita lakukan

      Didalam menjalankan aktivitas sehari-hari, berapa kali kita melakukan kesalahan? Dan dari kesalahan yang kita lakukan tersebut, berapa kali kira-kira kita memohon maaf atas kekhilafan tersebut? Sebagai manusia biasa yang acapkali berbuat salah, memang sudah sewajarnya kita meminta maaf kepada orang-orang disekitar atas tindakan kurang tepat yang mungkin sudah kita lakukan. Fungsi dari meminta maaf selain untuk melegakan hati kita sendiri dari rasa bersalah, juga untuk menenangkan hati orang lain disekitar kita

        Namun, meminta maaf juga berpotensi mendatangkan masalah ketika permohonan maaf tersebut hanya bermaksud untuk menenangkan orang lain, namun tidak dijadikan dasar untuk introspeksi diri dan melakukan perbaikan atas kesalahan yang mungkin sudah kita lakukan sehingga pada akhirnya permohonan maaf bukan menjadi ajang untuk melakukan perbaikan, namun permohonan maaf hanya menjadi ritual formal ketika kita berbuat kesalahan tanpa ada niatan untuk melakukan perbaikan

       Yang harus selalu kita ingat adalah kesalahan terjadi agar kita melakukan perbaikan dan bukan sebaliknya yaitu membuat sebuah pemakluman. Oleh sebab itu ada baiknya setiap permohonan maaf yang kita ucapkan juga jadi dasar untuk membulatkan tekad diri untuk senantiasa membuat perbaikan di masa depan

       Bukankah manusia memang tempatnya kesalahan? Maka sudah seharusnya setiap kesalahan tersebut kita jadikan introspeksi diri untuk melakukan perbaikan diri kita sehingga nantinya kita jadi manusia yang benar-benar mengalami perkembangan dari beragam kesalahan yang pernah kita lakukan.

ingin kenal lebih dekat dengan saya? silahkan kunjungi  Facebook : Ivandhana atau Twitter/IG : @Ivandhana
Read More
Previous PostPosting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.