Author (Ivandhana)

Trainer, Writer, Inspirator Mutiarahati, Founder of Inspiring Youth Educators, Chief Content Officer at KickHope.com, HC Learning and Development at PT BFI Finance Indonesia Tbk.

author

MENURUNKAN Standar KEBAHAGIAAN?

Leave a Comment

Setting kebahagiaan dalam hal-hal yang sederhana? Artinya menurunkan standar kebahagiaan kita donk? Tanya seorang sahabat kepada diri saya setelah membaca tulisan saya tentang standar kebahagiaan minggu lalu. Pertanyaan yang menarik dan sepertinya akan saya jawab pada tulisan saya kali ini

Menurunkan standar kebahagiaan bukan berarti kita dilarang untuk melakukan setting kebahagiaan pada sesuatu yang menarik untuk kita miliki dan menggantinya dengan melakukan setting kebahagiaan kita pada hal-hal yang biasa saja sehingga hidup kita jadi tidak berwarna

Menurunkan standar kebahagiaan juga bukan berarti membuat kita akhirnya tidak termotivasi lebih untuk mencapai sesuatu yang besar karena kita sudah bahagia mendapatkan hal-hal yang sederhana. 

Karena upaya menurunkan standar kebahagiaan itu bagi saya tetap harus dibarengi dengan meningkatkan standar pencapaian diri kita. Artinya kita boleh saya bahagia dengan hal-hal yang sederhana di sekitar kita seperti bahagia bisa bersama keluarga, bahagia bisa berbagi pada orang lain, bahagia bisa bertemu kawan. Namun di sisi lain kita juga harus termotivasi mencapai sesuatu yang besar dan menjadikannya target pribadi yang harus kita capai. Sehingga akhirnya proses untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan tersebut tetap kita jalani dengan penuh kebahagiaan

Namun, banyak yang menjalani kehidupan dengan menggunakan standar yang terbalik. Mereka menjalani kehidupan dengan menaikkan standar kebahagiaan dan menurunkan standar pencapaian. Akhirnya dalam hidupnya mereka hanya fokus agar bagaimana mereka bisa bahagia dengan cara mengejar kebahagiaan melalui pencapaian yang tinggi seperti punya rumah, mobil, bisa hidup kaya dan lainnya

Padahal untuk bisa mencapai hal-hal tersebut dibutuhkan waktu yang lama dan proses yang cukup panjang. Apakah kita mau menjalani proses menuju pencapaian yang akan menghabiskan waktu tersebut dengan perasaan tidak bahagia? Atau mau tergerak untuk terus bersemangat mengejar rumah tersebut dan menjadikannya standar hidup yang ingin kita capai sembari tetap bahagia menjalani prosesnya dengan hal-hal sederhana dalam hidup kita?

Tentu kita sendirilah yang bisa memilih diantara keduanya.......

Read More

MINAT Untuk Sebuah PENERIMAAN

Leave a Comment

Saya percaya bahwa mudah atau sulitnya sesuatu yang kita pelajari, sebenarnya ditentukan oleh suka atau tidaknya diri kita terhadap hal tersebut.

Sejak dulu saya tidak terlalu mahir berbahasa inggris. Saya merasa bahasa ini cukup sulit untuk dipahami. Ketika saya harus membaca beberapa tulisan atau literatur dalam bahasa inggris, dalam diri saya tiba-tiba muncul perasaan kurang nyaman. Semakin saya mencoba memahaminya, kalimat "Bahasa Inggris itu sulit" makin sering muncul di dalam benak saya

Saya merasa pemikiran "Bahasa inggris itu sulit" sebenarnya sudah ada dalam diri saya ketika saya pertama kali mempelajarinya di sekolah. Ketika itu saya merasa sangat takut untuk berbicara dalam bahasa inggris karena salah satu guru saya terbilang cukup galak dan keras dalam mendidik muridnya. Dampaknya, proses pembelajaran yang seharusnya menyenangkan menjadi menakutkan dan saya pun akhirnya kesulitan mempelajari bahasa inggris

Namun dalam momen tiga hari lalu saya baru sadar bahwa bahasa ini ternyata tidak terlalu menakutkan seperti yang saya kira dulu. Tiga hari lalu saya berkesempatan mengikuti sebuah pelatihan. Modul didalam pelatihan tersebut dibuat dengan menggunakan bahasa inggris. Berbeda dengan pengalaman saya di masa lalu, kali ini saya memahami materi tersebut dan saya menikmati proses pembelajaran didalamnya. Ini karena materi atau bahan yg harus saya pahami adalah hal-hal yang saya sukai. Sehingga akhirnya saya termotivasi dan bersemangat utk mempelajarinya. 

Dari momen diatas saya belajar bahwa sulit atau tidak nya sesuatu itu bergantung dari suka atau tidak dan mau atau tidaknya kita utk mempelajari sesuatu tersebut. Kita akan bisa bila kita mau dan juga sebaliknya, kita tidak akan pernah bisa mempelajari sesuatu apabila kita tidak mau atau tidak suka menjalani proses didalam mempelajarinya.


Dan masukan juga bagi para pendidik, sebelum memastikan anak didik kita memahami sesuatu yang kita ajarkan, pastikan terlebih dahulu mereka menyukai apa yang kita ajarkan, karena minat terhadap sesuatu yang kita ajarkan ternyata mempengaruhi kelancaran dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain, kesukaan ternyata mempengaruhi proses penerimaan dalam pengembangan keilmuan
Read More

MENGAPRESIASI sebuah PROSES

Leave a Comment

John C Maxwell, salah satu pembicara kepemimpinan terkemuka di dunia menyebutkan analogi menarik di salah satu tulisannya beberapa waktu lalu. Isinya tentang beberapa pencapaian terbaik di dunia yang dibangun dari sebuah proses. Beberapa contohnya adalah dibutuhkan waktu 26 tahun untuk membangun menara Eiffel, 4 tahun untuk membuat lukisan Monalisa, 30 tahun untuk membangun Piramida di Mesir, namun ironisnya kita sering merasa tidak sabar ketika harus menanti beberapa menit untuk antri makanan atau antri giliran lainnya didalam keseharian.

Di dunia digital yang serba cepat, instan, dan penuh dengan kemudahan seperti saat ini, tanpa disadari kita sedang masuk dalam budaya yang tidak terlalu menghargai sebuah proses. Seringkali Kita ingin semuanya serba cepat dan mudah yang tanpa disadari mampu membuat kita jadi tidak menghargai sebuah proses. 

Dampaknya, kita jadi kurang memahami kesabaran yang dibutuhkan didalam menjalani proses tersebut. Kita jadi lupa bahwa dalam hidup ada kalanya kita harus membiasakan diri untuk bersabar menjalani proses untuk mendapatkan atau menciptakan sesuatu yang besar dan bernilai

Maka, kita boleh saja memanfaatkan berbagai kemudahan di era digital seperti saat ini, namun jangan sampai lupa bahwa terkadang ada beberapa hal dalam hidup ini yang tetap harus dibangun melalui sebuah proses yang membutuhkan konsistensi dan kesabaran

Read More

STANDAR KEBAHAGIAAN

Leave a Comment

Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh apa yang mampu kita miliki, melainkan ditentukan oleh apa yang mampu kita syukuri dalam hidup ini.

Di suatu pagi, terjadi diskusi antar dua orang sahabat. Tampaknya kedua sahabat ini sedang serius membicarakan tentang minat dan aktifitas salah seorang diantara mereka

“Kenapa kamu suka melakukan kegiatan sosial? Bukannya hal itu cukup menyita waktu libur dan tidak ada untungnya buatmu ya?” Tanya salah seorang diantaranya. 

“Karena aku selalu merasa bahagia jika bisa membantu orang lain disekitarku. Kan kebahagiaan itu tidak selalu ditentukan oleh keuntungan materi yang kita dapatkan”. Jawab rekannya tadi.

Kebahagiaan adalah jangkar dari setiap emosi dalam diri kita. Perasaan senang, sedih, gelisah di hati kita itu muncul berdasarkan pada standar kebahagiaan yang kita tentukan. Jika kita meletakkan standar kebahagiaan tersebut dalam hal-hal yang sederhana, maka kebahagiaan kita pun akan ditentukan oleh hal yang sederhana. 

Di sisi lain, meletakkan standar kebahagiaan kita di tempat yang tinggi dapat berdampak pada kebahagiaan yang hanya mampu kita rasakan bila kita telah mencapai sesuatu yang tinggi tersebut. Hal ini menimbulkan konsekuensi bahwa hal-hal sederhana di sekitar kita nantinya tak akan bisa membuat kita bahagia. 

Kenapa masih ada orang di sekitar kita yang merasa kesulitan untuk bahagia? Hal ini bisa jadi karena kebanyakan orang meletakkan standar untuk kebahagiaannya di tempat yang tinggi. Salah satu contohnya adalah kita cenderung merasa bahagia bila mampu membeli sesuatu yang kita inginkan seperti barang-barang mewah, mobil, rumah dll. Sekilas memang kondisi tersebut terlihat wajar dan banyak orang lain yang beranggapan seperti itu. Namun kondisi tersebut memiliki potensi yang perlu kita waspadai, yaitu dapat membuat kita merasa kesulitan dan stress ketika menghadapi kendala dalam upaya untuk mencapai kebahagiaan tersebut

Maka, yang paling tepat untuk kita lakukan adalah meletakkan standar kebahagiaan kita di tempat yang sederhana sembari meletakkan standar impian yang tinggi sehingga kita tetap tergerak untuk membuat pencapaian yang tertinggi dan disisi lain kita tidak perlu mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita harapkan.

Ingin ngobrol lebih jauh bersama saya? silahkan kunjungi FB/Path/Instagram/Twitter : @Ivandhana
Read More

MENGELOLA KEPUTUSAN

Leave a Comment

     Membuat keputusan untuk melakukan sebuah tindakan itu mudah. Namun, agar diri kita mampu konsisten mengelola keputusan tersebut seringkali menjadi hal yang sulit. Salah seorang sahabat bercerita pada diri saya tentang pengalamannya mendidik salah seorang asistennya di kampus. 

    Sahabat saya ini adalah seorang Dosen di salah satu Perguruan Tinggi dan memiliki seorang mahasiswa yang karakternya sangat positif sehingga berpotensi besar untuk berkembang dan berprestasi. Melihat potensi tersebut, sahabat saya menawarkan untuk menjadi mentor bagi mahasiswa tersebut sehingga dia dapat berkembang lebih jauh lagi. Dorongan yang kuat untuk mengubah nasib membuat si mahasiswa menyanggupi dan berkomitmen melaksanakan beberapa penugasan yang diberikan oleh sahabat saya dalam rangka pengembangan dirinya. 

     Pada minggu pertama, mahasiswa tersebut berkomitmen untuk menjalankan beberapa tugas yang diberikan. Namun, di minggu ketiga sang mahasiswa menyatakan bahwa dirinya menyerah. Ia menyatakan ketidaksanggupannya dalam mengerjakan beberapa penugasan yang diberikan dengan dalih banyaknya permasalahan yang dirasakan dan membuat dirinya tidak fokus untuk melanjutkan pembelajaran. Singkat cerita mahasiswa ini tadi pun akhirnya jadi mahasiswa biasa-biasa secara prestasi dan karir walaupun sebenarnya memiliki potensi besar untuk sukses. 

      Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah mahasiswa diatas adalah mungkin mudah saja bagi kita untuk memutuskan berubah atau melakukan sesuatu. Saya yakin setelah mengikuti banyak seminar motivasi, tutorial, ceramah dan hal positif lainnya, kita mendadak bisa sangat yakin untuk menciptakan perubahan dalam hidup kita. namun yang harus senantiasa diingat adalah, memutuskan perubahan diri dengan benar- benar konsisten melaksanakan perubahan tersebut adalah dua hal yang berbeda. Pada saat kita sudah memutuskan untuk membuat perubahan, selanjutnya yang seharusnya dilakukan adalah kita harus berkomitmen pula untuk menjalankan setiap perubahan tersebut secara konsisten didalam keseharian kita 

     Sayangnya, konsistensi inilah yang seringkali dilupakan hingga akhirnya didalam keseharian saya masih menemui cukup banyak orang yang langkahnya terhenti setelah mereka membuat keputusan. Hal ini juga yg menjadi pembeda antara orang yang pada akhirnya akan berhasil dan mana orang yang akhirnya gagal. Jika kita sudah bertekad untuk berubah sejak awal, maka sudah seharusnya kita tidak berhenti hanya sampai di pembuatan keputusan saja melainkan juga tetap bertahan dan mengelola keputusan tersebut hingga membuahkan sebuah hasil yang kita harapkan.

Semoga bermanfaat. 
ingin update tulisan saya lainnya? silahkan disimak di Fb/twitter/Instagram/Path : @Ivandhana
Read More

GERAKAN Untuk sebuah KEHIDUPAN

Leave a Comment

     Saya pernah mendengar kisah unik di Jepang, tentang kebiasaan para nelayan disana untuk memasukkan seekor hiu kecil didalam kolam penyimpanan ikan Salmon hasil tangkapan mereka di laut. Awalnya mereka memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmonnya tetap hidup. Konon katanya ikan Salmon yang masih dalam keadaan hidup saat diolah lebih enak untuk dinikmati dibandingkan yang diawetkan dengan es. 

     Pada kenyataannya ditemukan bahwa banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut ketika sampai di daratan. Untuk mensiasati kondisi tersebut, para nelayan mencoba memasukkan seekor HIU kecil ke dalam kolam buatan tersebut. Keberadaan hiu “memaksa” ikan-ikan itu terus bergerak agar tidak sampai dimangsa. Strategi tersebut terbukti efektif. Jumlah Salmon yang mati ketika sampai di daratan menjadi sangat sedikit. Dengan kata lain, senantiasa bergerak membuat ikan Salmon tersebut mampu menghindarkan diri dari kematian. 

     Dari kisah diatas, ada satu hal yang bisa kita pelajari yaitu terkadang untuk bisa bertahan hidup, sebagai manusia kita harus senantiasa bergerak. Makna bergerak disini bukan hanya menggerakkan anggota tubuh, melainkan bagaimana gerakan yang kita lakukan itu membuat kita berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Perpindahan tersebut juga bukan hanya secara fisik melainkan juga perpindahan dan perubahan dari segi pemikiran. Harus ada perubahan dari diri kita yang kemarin dengan diri kita hari ini. 

     Awalnya ketika dilahirkan kita belum bisa berjalan, lantas belajar merangkak, belajar berdiri, berjalan hingga akhirnya bisa berlari. Coba bayangkan bila dari kecil hingga besar kita tidak berkembang? Jika sejak lahir hingga dewasa kita tidak mau belajar berjalan, apa yang kira-kira bisa kita lakukan ketika dewasa nanti? 

   Sebagai seorang manusia yang senantiasa berkembang, diri kita pun harus terus bergerak mengembangkan kemampuan kita didalam menjalankan setiap aktifitas kita. bisa dengan belajar dari orang-orang yang lebih expert, belajar dari buku dan belajar melalui media lainnya. Sehingga, diri kita hari ini adalah diri kita yang lebih baik dari diri kita di masa lalu. 

      Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Karena hari ini kita baik-baik saja, bukan berarti di depan kita tidak ada bahaya yang akan mendatangi kita, bukan? Maka yang bisa kita lakukan adalah membuat persiapan sebaik mungkin, walaupun saat ini kehidupan kita sudah terasa nyaman. 

     Bagi saya, manusia hidup itu harus senantiasa bergerak layaknya air yang mengalir dari satu titik ke titik lain. Sebab, yang diam cenderung akan menjadi kotor seperti halnya air di rawa-rawa yang pada akhirnya akan berpotensi mengundang berbagai macam penyakit dan masalah.

Ingin tau lebih banyak tentang saya? silahkan follow IG/Path/FB/Twitter : @Ivandhana
Read More

RUMPUT TETANGGA (TIDAK) SELALU LEBIH HIJAU

Leave a Comment

    Merasa bahwa hidup orang lain lebih mudah dan lebih bahagia ketimbang kehidupan kita berpotensi membuat diri kita lupa bersyukur. Secara tidak langsung itu menyebabkan  kita merasa bahwa hidup kita sendirilah yang paling sulit. Dampaknya bisa membuat diri kita lalai untuk mensyukuri hidup yang sudah kita jalani sejauh ini.

      Pengalaman saya sejauh ini menyimpulkan bahwa tidak ada hidup yang mudah. Siapapun dia, selalu memiliki masalah dalam kesehariannya. Hanya saja kadar masalah tersebut berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada yang masalahnya cukup besar, ada pula yang terlihat ringan, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Terkadang, bisa jadi, sebuah masalah besar bagi seseorang belum tentu masalah besar pula untuk yg lainnya. Namun, tetap saja, setiap orang memiliki masalahnya masing-masing

      Kadang kita melihat seseorang yang tampaknya tidak memiliki masalah dalam kehidupannya. Namun itu karena kita hanya melihat sekilas saja kehidupannya. Akan berbeda keadaaanya jika kita melihatnya secara utuh. Sama halnya dengan kesuksesan, banyak yang "salah melihat" hanya karena memandang pada sepotong-sepotong, pada bagian suksesnya saja. Baca tulisan saya sebelumnya mengenai kesuksesan di link ini 

      Sebagai manusia biasa, seringkali kita memang lebih suka melihat dan menilai kehidupan seseorang dari satu bagian saja. Dan fatalnya lagi, bagian yang kita lihat terkadang adalah sisi “enak” nya saja. Kita tidak mencoba melihat kehidupan seseorang secara keseluruhan yang sudah pasti juga akan ada sisi sulitnya. Itu sebabnya kita melihat seakan-akan hidup orang lain lebih mudah ketimbang hidup kita

Lantas apa yang harus kita lakukan agar tidak melihat hidup orang hanya dari sisi enaknya saja yang artinya itu akan membuat diri kita cenderung lupa untuk bersyukur? 

     Pertama, kita harus mulai belajar untuk memahami bahwa setiap manusia itu pasti hidup dengan masalah. Meskipun hidup seseorang terkesan mudah, kita harus sadar bahwa itu mungkin hanya karena saat ini kita hanya melihat dari sisi enaknya saja dan belum melihat dari sisi lainnya yang bisa saja penuh dengan kesulitan.

     Kedua, ketika kita melihat kehidupan seseorang yang tampaknya lebih mudah ketimbang hidup kita, jangan terburu-buru menyimpulkan. Coba amati kehidupannya secara keseluruhan dan lihat kehidupannya dengan lebih dekat. Disitulah kita akan menemukan sisi lain dari sulitnya kehidupan seseorang yang bisa kita jadikan bahan pembelajaran

     Setelah melihat kehidupan orang lain secara keseluruhan, selanjutnya coba bandingkan dengan kehidupan kita saat ini dan coba temukan momen indah yang perlu kita syukuri didalam kehidupan kita yang mungkin selama ini sudah kita rasakan namun kita lupakan sejenak karena kita terlalu “silau” melihat kehidupan orang lain. Yakinlah selalu bahwa kehidupan kita saat inilah yang terbaik buat diri kita. Karena, belum tentu kehidupan indah yang orang lain miliki itu juga akan menjadi indah ketika itu menjadi bagian kehidupan kita saat ini. Bila kita bahagia melihat kehidupan seorang pilot yang berkecukupan dan bisa rutin terbang di awan, bukan berarti kita juga akan bahagia ketika kita nanti benar-benar menjadi seorang pilot yang hidupnya penuh dengan risiko, bukan?

Karena sesungguhnya rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau karena kita sendiri yang mengarahkan sudut pandang kita untuk melihat sisi hijaunya saja. Kita suka lupa bahwa di bagian lain mungkin tidak sehijau itu.
Read More
Previous PostPosting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.