Author (Ivandhana)

Trainer, Writer, Licensed NLP Practitioner, Founder of Inspiring Youth Educators, Chief Executive Officer at BambuBiru Training and Development, HC Learning and Development at PT BFI Finance Indonesia Tbk.

author

Sudut Pandang Kebahagiaan

Leave a Comment


Yang mampu mengubah kehidupan seorang manusia, bukanlah manusia lain disekitarnya, melainkan pribadi manusia itu sendiri. Pesan inilah yang saya tangkap dari film terbaru Sahrukh Khan yang berjudul Dear Zindegi yang baru saja saya tonton beberapa jam yang lalu. Dilihat dari tampilan poster filmnya, awalnya saya menebak bahwa film ini pastilah penuh dengan adegan percintaan. Namun ternyata setelah 140 Menit menonton filmnya secara langsung, saya kemudian menyimpulkan bahwa pendapat saya tidaklah sepenuhnya tepat karena ternyata film ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda

Alur cerita film Dear Zindagi berkisah tentang kegalauan Kaira, seorang sinematografi muda, cantik, berdarah India. Kaira sudah empat kali pacaran dan menjalin hubungan dengan para kekasihnya, tetapi kaira merasa kesulitan menemukan kenyamanan.

Setiap hubungan yang dbangun bersama  kekasihnya selalu berujung pada kegagalan. Hal ini membuat Kaira stress, frustasi dan merasa hidupnya tidak adil karena disisi lain, hubungannya dengan keluarganya pun memburuk. Di tengah kegalauannya itu, Kaira kemudian memutuskan berkonsultasi intensif dengan seorang dokter dan terapis bernama Jehangir Khan. 

Alih-alih bersikap sebagai seorang terapis, Khan justru bersikap sebagai seorang sahabat yang dengan setia mendengarkan Kaira dalam setiap sesi konsultasinya. Seminggu sekali, Kaira bertemu dan berkonsultasi dengan Khan untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun Khan memiliki cara yang unik dalam menangani orang-orang dalam sesi therapy nya, termasuk sesinya dengan Kaira. 

Dalam setiap sesi, Khan sama sekali tidak menggurui Kaira ataupun bersikap layaknya seorang dokter pada umumnya. Khan hanya menjadi pendengar yang baik, memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk mengubah sudut pandang Kaira dalam menjalani kehidupannya dan sesekali Khan juga berbagi beberapa kisah dan cerita agar Kaira mengambil pelajaran dari kisah tersebut

Singkat cerita, akhirnya dari pertayaan-pertanyaan yang kerap diberikan oleh Khan ini, akhirnya sudut pandang Kaira terhadap kehidupannya berubah 180 derajat. Dari yang awalnya memandang kehidupannya dengan sinis dan penuh emosi akibat kisah pahit di masa lalunya, Kaira kemudian belajar bahwa untuk memulai sesuatu yang baru, dia harus berani memaafkan masa lalu dan memutuskan untuk menjalani hidup dengan bahagia di masa kini.

Untuk membantu mengubah kehidupan orang lain disekitar kita, terkadang kita merasa bahwa itu membutuhkan kata-kata bijak dan solusi yang benar-benar jitu yang bisa kita berikan. Namun hal ini tidaklah sepenuhnya tepat karena dalam kisah diatas, ternyata pertanyaan-pertanyaan yang menggugah pemikiran justru ampuh untuk mengubah orang tersebut. Inilah yang disebut dengan metode Coaching yang seringkali mampu mengubah kehidupan.

Maka, ketika dirimu menemukan orang lain disekitar yang membutuhkan pertolongan untuk menghadapi masalah dalam kehidupannya, tidak perlu bingung mencari solusi dan kalimat bijak yang tepat karena kadang hanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengubah sudut pandang ini, kita akan mampu mengubah kehidupannya. 

Read More

Persepsi, Emosi, dan Perilaku diri

Leave a Comment

Seorang atasan mendapatkan kabar bahwa karyawannya yang memiliki prestasi membanggakan akan ditarik untuk bekerja pada perusahaan kompetitor. Sebut saja atasan ini bernama Doni. Doni merasa tersinggung karena ada salah seorang karyawannya yang tidak pernah mengutarakan niatnya untuk berpindah tempat kerja. 

Namun Doni justru mendapatkan informasi perihal kepindahan kerja karyawannya ini dari orang lain. Doni pun jengkel karena merasa dirinya tidak dianggap oleh karyawannya sendiri. Padahal Doni merasa dirinya memiliki andil untuk ikut mendidik karyawannya ini hingga memperoleh banyak prestasi. Perasaan jengkel ini tanpa disadari membuat Doni menunjukkan sikap sinis kepada karyawannya dalam menjalankan aktivitasnya sepanjang hari.


Perilaku sinis yang ditunjukkan oleh Doni akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan bagi sang karyawan yang akhirnya membuat karyawan tersebut memutuskan untuk berpindah perusahaan. Belakangan diketahui bahwa ternyata sejak awal, karyawan tersebut tidak pernah berniat berpindah ke perusahaan kompetitor. Tapi sang pemimpin sudah terlanjur bersikap sinis.


Persepsi diri pada dasarnya mempengaruhi tingkat emosi kita yang akhirnya juga akan mempengaruhi perilaku kita. Maka, berhati-hatilah dalam mempersepsikan lingkungan kita agar perilaku yang kita tunjukkan benar-benar sesuai. Sama seperti dalam kisah diatas. Walaupun baru sekilas mendengar sebuah kabar, Doni langsung mempersepsikan apa yang didengarnya sebagai sebuah kebenaran. Padahal kebenaran menurut Doni ini masih sangat perlu untuk dibuktikan kembali


Sayangnya, Doni tidak berupaya untuk mencari kebenarannya di tempat lain yang membuatnya merasakan emosi terhadap kondisi tersebut. Emosi ini akhirnya mendorong Doni untuk mengeluarkan perilaku yang sesungguhnya tidak tepat. Alhasil dampak dari perilaku tersebut justru merugikan dirinya sendiri.


Maka, sebagai manusia yang baik, berhati-hatilah dalam mempersepsikan apa yang ada di lingkungan sekitar kita, karena apa yang kita persepsikan sesungguhnya akan menentukan emosi diri dan perilaku yang kita keluarkan


Read More

MOTIVASI dan KETELADANAN

Leave a Comment

Pria kelahiran Makassar, 5 Maret 1956 ini sejak kecil terkenal cerdas. Sempat bersekolah di New Trier West High (Sekolah Setingkat SMA) Amerika di jurusan Arsitektur pada tahun 1975. Lulus dari sana, ia kemudian kembali ke Indonesia dan melanjutkan kuliahnya di IKIP di jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris. Dari Indonesia, ia kemudian memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Jepang, hingga kemudian pindah ke Amerika dan kuliah di Indiana University, di jurusan Operations Systems hingga tamat pada tahun 1983 dengan gelar MBA di usianya yang ke 27 tahun.


Segala macam jabatan prestisius di berbagai Bank pernah disandangnya yang salah satunya pernah bekerja sebagai sebagai Head of Manager, BIMC. Kemudian ke Indonesia dan ditarik bekerja sebagai Head Of Sales di Citibank Indonesia dari tahun 1983 hingga tahun 1986.  


Pengalamannya yang banyak dalam bidang bisnis menjadikannya menjadi pembicara di program Business Art di O'Channel di tahun 2007, Karena kepiawaiannya dalam berbicara menyusun kalimat-kalimat yang bagus serta karakternya yang kalem, sopan serta menyenangkan membuatnya ditawari sebagai motivator di acara Metro TV yang berjudul 'Mario Teguh Golden Ways'.  Dari program acara itulah nama Mario Teguh kemudian dikenal luas oleh masyarakat. Hingga ia kemudian dinobatkan sebagai motivator dengan bayaran termahal di Indonesia.


Program acaranya sendiri memiliki rating yang sangat baik dan banyak ditonton oleh berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya orang tua, namun anak muda juga turut menggemari acaranya karena banyak memiliki pesan-pesan yang positif dalam kehidupan. 


Namun, beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan ramainya pemberitaan negatif mengenai sosok motivator indonesia yang cukup fenomenal ini. Ya, sang Mario Teguh akhirnya tumbang diterjang pemberitaan isu negatif yang beredar di masyarakat hingga akhirnya kini Mario Teguh pun perlahan kehilangan para penggemarnya. Setiap kalimat motivasi yang dibagikannya, kini tidak lagi memiliki nilai inspirasi bagi para pendukungnya yang terlanjur kecewa. 


Apa sebenarnya yang terjadi? Bagaimana bisa sosok yang dulunya sangat dikagumi dalam hal memberikan motivasi, mendadak kehilangan kemampuannya dalam memberikan motivasi? Dari kejadian ini kita dapat belajar bahwa ternyata motivasi yang kita berikan, sebenarnya juga membutuhkan sebuah keteladanan. 

Sehebat apapun orang tersebut berbicara, jika tidak dibarengi dengan penerapan yang baik didalam aktifitasnya sehari-hari, maka pada akhirnya setiap kalimatnya tidak akan memotivasi orang lain. karena motivasi itu bukan sekedar melalui sebuah ucapan, melainkan melalui tindakan yang kita tunjukkan. Itu juga yang menjelaskan bagaimana Gerakan Indonesia Mengajar mampu memotivasi orang lain untuk mengajar jauh di pedalaman, karena mereka terinspirasi dan termotivasi oleh keteladanan dan tindakan yang gerakan tersebut ciptakan.


Maka, jika kita ingin memberikan motivasi kepada orang lain, tidak harus dengan cara mengeluarkan kalimat indah didalam hari-hari kita, karena sebenarnya dapat kita lakukan dengan memberikan contoh pada lingkungan sekitar kita tentang bagaimana menciptakan kebermanfaatan dan kebaikan yang seluas-luasnya pada sesama.


Read More

KEKURANGAN UNTUK PERKEMBANGAN

Leave a Comment

Perkembangan itu bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak buku yang kita baca, melainkan juga ditentukan oleh seberapa besar kita bersedia mengakui kekurangan yang kita punya. Pernahkah kita bertemu seseorang yang dengan mudahnya menyalahkan orang lain atas sebuah kondisi?  Sebut saja namanya Adi. 

Di lingkungannya, dia sering dijuluki sebagai Mr Right. Julukan ini muncul karena kebiasaan buruknya yang suka menyalahkan orang lain ketika dirinya melakukan kesalahan. ketika ada masalah yang dihadapi dan ada sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan yang telah diperkirakan oleh dirinya,  Adi ini lebih suka melihat kesalahan orang lain di sekitarnya ketimbang melakukan introspeksi untuk dirinya sendiri.  

Beberapa kali, teman-temannya memberikan nasehat kepada Adi agar sesekali bersedia mendengarkan masukan dari orang lain, namun tampaknya nasehat dari teman-temannya ini tidak pernah didengar. Padahal ketika kita tidak bersedia mendengarkan sebuah masukan, Sebenarnya kita juga sedang menutup pintu perkembangan bagi diri kita sendiri.

Salah satu hal yang turut menentukan tingkat perkembangan seorang manusia didalam menjalani kehidupannya adalah penerimaan terhadap sebuah kekurangan. Bagaimana seseorang itu menerima dan merespon kekurangan dirinya akan mempengaruhi tingkat perkembangan orang tersebut. Ketika seseorang menerima kekurangan yang ada dalam diri dan menyadari bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk melakukan kesalahan, maka ketika itulah seorang manusia tidak akan dengan mudah menyalahkan lingkungan. 

Namun, ketika seseorang cenderung lebih suka menyalahkan lingkungan atas apa yang terjadi didalam dirinya seperti di kisah Adi tadi, sebenarnya orang tersebut sedang merasa menjadi seseorang yang paling benar didalam sebuah kondisi. Perasaan paling benar inilah yang jika tidak disikapi dengan bijak justru akan menutup pintu pembelajaran bagi diri kita. 

Karena dengan merasa paling benar, kita cenderung merasa paling pintar yang seringkali justru membuat kita tidak memahami pentingnya sebuah pembelajaran. Padahal, pembelajaran adalah salah satu faktor penting yang membentuk sebuah perkembangan. Seperti pidato Steve Jobs yang berkata “stay hungry & stay Foolish” yaitu tetaplah merasa lapar dan tetaplah merasa bodoh, agar dirimu senantiasa memahami pentingnya pembelajaran bagi perkembanganmu.

Read More

KESIAPAN untuk KEBERHASILAN

Leave a Comment

Seorang laki-laki terlihat berjalan dengan langkah gontai dipinggir trotoar sebuah jalan. Sinar matahari yang cukup terik di siang hari itu membuat langkah sang lelaki terasa makin berat sehingga langkahnya pun perlahan makin melambat. Setelah merasa tak sanggup melanjutkan langkahnya, pria ini pun memutuskan untuk rehat sejenak di sebuah warung untuk mengistirahatkan dirinya. laki-laki yang terlihat kelelahan karena berjalan cukup jauh ini bernama Achmad. 

Di dalam warung, Achmad memesan segelas es teh untuk sekedar melepaskan dahaga. Melihat wajah pelanggannya yang terlihat kelelahan ini, sang pemilik warung pun bertanya : “ habis jalan jauh mas?

“Iya bu, saya habis mencari pekerjaan di ibukota nih. Ternyata cari kerja di jakarta susah ya.” Jawab Achmad

“Memangnya mas nya punya kemampuan apa buat cari kerja disini?”

“nggak ada bu, di desa saya hanya kerja serabutan saja, makanya cari kerja di ibukota. Sambil merantau gitu bu”

Mendengar jawaban dari achmad, sang pemilik warung hanya bisa menggelengkan kepala sembari bergumam heran dalam hati.

Kita memang seringkali menilai segala sesuatu dengan menggunakan sudut pandang kita sendiri. padahal belum tentu sudut pandang yang kita ambil benar-benar tepat. Sama seperti kisah achmad diatas yang merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dia kemudian memposisikan diri bahwa mencari pekerjaan adalah hal yang sulit untuk dilakukan. 

Pertanyaannya adalah, apakah mencari pekerjaan juga sulit dilakukan bila kita memiliki kompetensi atau kemampuan yang dibutuhkan dalam sebuah bidang pekerjaan? Belum tentu bukan? Karena sulit atau mudahnya sesuatu untuk kita capai itu sebenarnya diri kita sendiri yang menentukan yang dilihat dari apakah kita bersedia mempersiapkan diri untuk mencapai hal tersebut atau justru sebaliknya.

Sama seperti didalam proses untuk mendapatkan karir yang kita inginkan. Mungkin saat ini kita merasa karir kita mentok karena banyaknya faktor politis didalam lingkungan pekerjaan. Padahal bisa jadi, karir kita mentok karena kita sendiri sejak awal tidak pernah mempersiapkan kompetensi yang diperlukan dalam satu bidang pekerjaan yang kita inginkan tadi.

Maka, bila saat ini kita memiliki sesuatu yang ingin kita capai dan impikan, pastikan untuk senantiasa mempersiapkan dan membekali diri kita dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai impian kita tadi, karena impian tanpa usaha dan kemampuan itu layaknya ingin menuju sebuah tempat namun tak pernah benar-benar mempersiapkan akomodasi yang dibutuhkan.

Read More

HARAPAN dan PENERIMAAN

Leave a Comment

“Duh, perlu cari lagi nih.” Gumam Toni dalam hati

Kala itu Toni baru saja memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan seorang wanita. Hal ini sebenarnya tergolong sebagai hal yang lumrah terjadi dalam hubungan antar manusia. Yang membuat situasi Toni ini jadi tidak biasa adalah karena ini sudah kesekian kalinya dia memutuskan hubungan. Jika ditotal, sudah sekitar 12 kali dia memutuskan hubungan dengan seseorang dalam kurun waktu tiga tahun. Artinya jika diambil rata-rata, Toni berganti pasangan setiap tiga bulan sekali. Ini tentunya bukanlah pertanda yang baik dalam hubungan percintaan di kehidupan Toni. 

Andi, sahabat dekat Toni pernah bertanya tentang alasan Toni kerap bergonta ganti pasangan. Dan Toni selalu menjawab dengan singkat, yaitu adanya “ketidakcocokan”. Ketidakcocokan memang kerap kali menjadi alasan terhentinya sebuah hubungan, baik itu hubungan pertemanan, hubungan persaudaraan dan begitu juga dengan hubungan percintaan.

Pertanyaan dalam benak Andi tatkala mendengarkan jawaban tersebut itu adalah apakah ketidakcocokan memang pantas untuk dijadikan alasan utama terputusnya sebuah hubungan? 
Manusia dilahirkan ke dunia dengan beragam keunikan yang dimiliki masing-masing yang kemudian membedakan antara satu orang dengan yang lainnya. Selain itu, setiap manusia juga dilahirkan dari lingkungan yang berbeda-beda. Ini menyebabkan pola pikir, pandangan dan kebiasaan tiap manusia pun berbeda. Bahkan seorang anak yang lahir kembar pun ketika besar akan memiliki karakter yang cenderung berbeda. Sehingga sebenarnya kita akan sulit menemukan orang yang cocok atau sama persis dengan diri kita

Definisi cocok itu sendiri menurut KBBI bermakna sama benar, tidak berlainan dan sebuah kesamaan. Jika dalam mencari pasangan kita berpedoman pada definisi cocok seperti pengertian KBBI diatas. Maka bisa jadi saat ini kita mencari seseorang yang sama dengan kita dalam kondisi hidup yang penuh dengan perbedaan. Apakah hal ini mudah dilakukan? Tentu saja tidak..

Maka jika kita dalam proses ingin menjalin hubungan dengan seseorang atau mencari seorang pasangan, pastikan dan pahami terlebih dahulu kriteria yang kita harapkan dan apa bentuk toleransi yang kita siapkan jika ternyata kriteria yang kita inginkan tak mampu dipenuhi. Karena salah memaknai kecocokan dan ketidakcocokan bisa membuat diri kita bernasib sama seperti Toni dalam kisah diatas, yaitu terlalu mudah berganti fokus pasangan.

Mencari seseorang yang cocok dengan kita sebenarnya bukanlah merupakan hal yang salah. Karena pada dasarnya diri kita selalu memiliki keinginan untuk mendapatkan pasangan untuk menjalani hubungan jangka panjang. Namun, dengan pemahaman yang tepat tentang sebuah perbedaan kita jadi lebih  mudah untuk menerima seseorang. 

Hal inilah yang nantinya akan membuat kita mampu menyatukan antara harapan yang kita miliki terhadap seseorang dengan perbedaan yang ada dalam diri orang tersebut yang akan mengarahkan kita pada penerimaan dalam sebuah hubungan. Karena kecocokan itu tidak selalu harus ditemukan, kadang dia juga perlu untuk kita ciptakan sendiri melalui sebuah penerimaan.

Read More

PENILAIAN BERUJUNG KESALAHAN

Leave a Comment

Kemarin, saya berkesempatan ke daerah jakarta pusat untuk bertemu dengan beberapa rekan saya dan membahas beberapa project yang akan saya kerjakan ke depannya. Perjalanan saya seperti biasa menggunakan sarana transportasi massal yaitu KRL (Kereta Rel Listrik) atau yang sering disebut sebagai Commuter Line. 

Saya memang lebih suka menggunakan jasa KRL karena biasanya saya bisa menemukan pengalaman dan pembelajaran didalam perjalanan saya. Sama seperti pada momen kali ini yang seakan mengingatkan dan memberikan pelajaran pada saya tentang penilaian pribadi terhadap seseorang yang hanya berdasarkan dari apa yang tampak dari luar itu seringkali salah.

Suasana didalam KRL kali ini tidak terlalu ramai walaupun semua kursi sudah terisi. Saya sendiri tidak mendapatkan tempat duduk sehingga terpaksa harus berdiri. Di salah satu stasiun tiba-tiba masuklah dua orang yang tampaknya menarik perhatian saya dan orang lain disekitar saya. Kedua orang ini tampak bertato dan terlihat jelas berjenis kelamin laki-laki. 

Beberapa detik setelah mengamati keduanya, saya akhirnya sadar apa yang menarik dari kedua orang ini, yaitu mereka menggunakan rok dan pakaian wanita. Mereka berdua menjinjing sound system berukuran mini di tangan mereka yang terlihat cukup berotot.

Tentunya kedua orang ini menarik perhatian orang lain disekitarnya. Bahkan beberapa orang disekitar mereka terlihat menjauh. Entah merasa risih atau mungkin takut diganggu oleh kedua orang itu. Saya sendiri tidak merasa terganggu walaupun saya berdiri cukup dekat dengan kedua orang itu. Saya justru penasaran dengan apa yang kan mereka lakukan didalam KRL. 

Hal pertama yang mereka lakukan setelah masuk kedalam KRL adalah menegur lelaki yang duduk di kursi prioritas yang memang selalu ada di tiap gerbong KRL. Kursi prioritas ini biasanya diperuntukkan khusus bagi anak-anak, lansia dan ibu hamil didalam KRL. Setelah menegur lelaki yang duduk di kursi prioritas, kedua orang ini kemudian menoleh dan memanggil seorang wanita berusia lanjut yang baru saja masuk dan belum mendapatkan tempat duduk.  

Setelah sang wanita ini duduk, kedua orang ini kemudian mengingatkan pada penumpang lain di sekitarnya tentang penggunaan kursi prioritas ini di tiap gerbong KRL. Beberapa saat kemudian kedua orang ini turun di stasiun selanjutnya dan tampaknya bersiap untuk melanjutkan aktifitas mereka.

Saya cukup surprise dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tadi. Bagi saya, ini adalah cerminan bahwa kita tidak bisa menjudge seseorang dari apa yang terlihat di luarnya saja. walau secara kasat mata, kedua orang ini memang tergolong “aneh” di mata lingkungan sekitarnya, namun mereka memiliki sesuatu yang lebih bila dibandingkan dengan orang pada umumnya, yaitu mereka memiliki kepekaan lebih terhadap sesamanya dan berani memperjuangkan sesuatu yang mereka yakini dengan tindakan mereka tadi. 

Seberapa sering kira-kira kita menilai seseorang itu baik atau buruk dari penampilannya? Penampilan itu memang penting, namun dia belumlah tepat untuk digunakan sepenuhnya dalam melakukan penilaian terhadap seseorang. Kita memerlukan pengamatan lebih dalam untuk menilai seseorang yang itu tidak hanya berdasarkan apa yang tampak di luarnya. 

Sayangnya didalam menjalankan rutinitas sehari-hari, tanpa disadari kita cenderung lebih suka melihat sekilas dari luar dan kemudian ditambah dari melihat pendapat orang disekitar kita untuk kemudian melakukan penilaian pribadi. Padahal pendapat dari orang di sekitar kita ini sendiri belum tentu tepat. 

Lantas apa yang perlu kita perbuat dengan situasi diatas? Apakah kita tidak boleh membuat penilaian pribadi? Tentu saja penilaian pribadi itu diperbolehkan karena pada dasarnya manusia memang selalu membuat penilaian pribadi terhadap orang lain disekitarnya. Namun yang perlu kita perhatikan adalah kita harus berhati-hati dalam membuat sebuah penilaian. Karena cara kita menilai sesuatu itu akan menentukan kualitas diri kita. 

Jangan sampai kita terlalu mudah membuat penilaian yang salah kepada orang lain yang akhirnya membuat kredibilitas kita berkurang dan kita akhirnya hanya dianggap sebagai orang yang perkataannya tidak berkualitas dan tidak bijaksana dalam menilai sesuatu. Pada akhirnya perilaku kita tersebut justru akan membuat orang lain kehilangan kepercayaan pada diri kita.. 

Semoga bermanfaat :)
Read More
Previous PostPosting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.