Author (Ivandhana)

Trainer, Writer, Inspirator Mutiarahati, Founder of Inspiring Youth Educators, Chief Content Officer at KickHope.com, HC Learning and Development at PT BFI Finance Indonesia Tbk.

author

KEINGINAN yang MEMBUKA JALAN

Leave a Comment

Saya masih mengingat dengan jelas momen akhir tahun lalu ketika untuk pertama kalinya saya mulai merasakan ketertarikan pada sebuah teknik yang bernama Coaching. Hal ini membuat saya mencari beberapa literatur dan referensi tentang perkembangan Coaching di Indonesia. Petualangan saya untuk mencari literatur ini tanpa sengaja membawa saya untuk mengenali salah dua dari beberapa tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan Coaching di Indonesia yaitu Ina Rizqie dan Kurnia Siregar. Mereka berdua adalah beberapa tokoh dibalik perkembangan International Coach Federation atau disingkat ICF di Indonesia. ICF sendiri adalah perkumpulan Coach yang ada di dunia.

Kala itu saya sempat mengeluarkan pernyataan dalam hati, sepertinya menarik jika saya dapat bertemu langsung dengan dua sosok ini. Meskipun ketika itu saya hanya mengeluarkan kata-kata biasa di dalam hati tanpa ada harapan lebih, namun entah kenapa di momen tersebut saya sangat meyakini bahwa suatu saat nanti saya akan mampu bertemu dengan mereka.

Sampai akhirnya, di hari ini momen pertemuan itu pun benar-benar tercipta. Tanpa disangka dan tanpa diduga ada sebuah momen yang membuat saya bisa bertemu langsung dengan mereka.

Momen pertemuan saya hari ini membuat saya makin yakin bahwa KEINGINAN YANG KUAT, KEYAKINAN YANG TINGGI, dan LANGKAH YANG TEPAT akan mengarahkan kita pada hal yang kita harapkan walaupun di tengah kecilnya kemungkinan. Karena pada dasarnya kolaborasi dari ketiga hal inilah yang akan membuat setiap pilihan dan langkah yang kita ambil didalam keseharian akan memiliki arah dan makna yang jelas. Kolaborasi ketiga hal ini pada akhirnya juga akan meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencapai apa yang kita harapkan.

Sebaliknya, jika kita memiliki keinginan yang kuat namun keyakinan yang kita miliki kita masih rendah, sebenarnya justru akan membuat langkah yang kita ambil jadi kurang maksimal. Karena disisi lain kita ingin maju, namun kita tidak yakin bahwa diri kita mampu maju. Akhirnya langkah maju kita pun tidak akan bisa berjalan dengan maksimal.

Maka bagi rekan-rekan yang merasa memiliki kemampuan minim atau terbatas dalam mencapai sesuatu dan masih tidak yakin atas apa yang mampu kita capai dalam hidup ini, saran saya adalah YAKINLAH. Karena jika kita sendiri tidak yakin pada apa yang kita inginkan, bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain, lingkungan serta Tuhan untuk menjawab setiap keinginan kita? 

Maka, selalu mulailah dari KEINGINAN, jalani dengan KEYAKINAN, dan ambillah LANGKAH yang dibutuhkan. Insyaallah kamu akan mampu mencapai apa yang kamu harapkan

Read More

TANTANGAN UNTUK PERKEMBANGAN

Leave a Comment

“Duh, target dari bos naik nih.”

“Memangnya kenapa kalau target dari bos naik?”

“Berat tau. Untuk mencapai target penjualan yang sekarang ini aja sudah cukup tertekan. Eh sekarang dengan alasan tantangan buat aku, targetku malah ditambah lagi.”


Banyak orang yang menganggap tantangan adalah sebuah beban. Dampaknya ketika seseorang diberikan tambahan target atau peningkatan atas sesuatu yang harus dicapai, dia akan merasa keberatan dan cenderung mengeluh. Padahal bisa jadi, tantangan yang kita terima saat ini adalah sebuah peluang perkembangan bagi diri kita.

Peluang perkembangan itu tidak hanya hadir dengan proses pembelajaran yang rutin kita lakukan, namun dari sebuah tantangan untuk meningkatkan pencapaian pribadi kita didalam pekerjaan pun sebenarnya juga merupakan peluang perkembangan diri dalam rangka mencapai sesuatu yang lebih besar di masa depan

Kita tidak akan berkembang bila kita tidak terus meningkatkan pencapaian pribadi kita. bukankah diri kita hari ini harus lebih baik ketimbang diri kita kemarin? Maka sudah sepantasnya pencapaian pribadi kita pun senantiasa ditingkatkan. Sehingga kita semakin terpacu untuk meningkatkan pencapaian kita yang pada akhirnya mengembangkan potensi dan kemampuan diri kita

Karena kehidupan itu layaknya menaiki sebuah tangga. Harus selalu dijalani dengan perlahan dan walaupun semakin lama semakin berat namun sesungguhnya akan membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi


Read More

PENGEMBANGAN KARIR DALAM KEHIDUPAN

Leave a Comment

Bagaimana agar kita memiliki karir yang cemerlang didalam pekerjaan? Pertanyaan itu acapkali ditanyakan di beberapa sesi training yang saya berikan di perusahaan. Sekilas untuk menjawab pertanyaan ini terlihat mudah dengan banyaknya literatur atau buku yang membahas tentang pengembangan karir dan kesuksesan manusia. Namun bagi saya pribadi, sebenarnya untuk menjawab pertanyaan ini tergolong gampang-gampang susah.

Saya merasa untuk menjawab pertanyaan ini gampang karena jawaban atas pertanyaan ini sudah banyak dan detail dijelaskan dalam buku-buku pengembangan diri. Ada buku yang menyebutkan bahwa etos kerja itu penting, ada pula orang yangmeyakini bahwa kerja keras, nilai diri, semangat, optimisme, konsistensi itu sangat penting untuk bisa sukses dalam karir. Tentunya semua buku dan orang tersebut memiliki alasan dan dasarnya masing-masing

Namun, disisi lain saya juga merasa cukup sulit untuk menjawab pertanyaan tentang kesuksesan dalam karir ini karena saya kerap kali menemui orang-orang memiliki karakter yang menjadi prasyarat kesuksesan seseorang seperti yang sudah disebutkan diatas. Namun, pada kenyataannya orang dengan karakter tersebut tidak selalu sukses didalam karirnya. Ada yang sudah bekerja keras, semangat dan konsisten selama 15 tahun namun karirnya tidak beranjak meningkat. Namun, justru ada seseorang yang baru bekerja 2 tahun tiba-tiba karirnya langsung melejit. 

Lantas dengan kedua kondisi diatas, apa syarat yang sebenarnya dibutuhkan untuk bisa berhasil dan memiliki karir yang cemerlang didalam pekerjaan? Pertanyaan ini terus terngiang-ngiang di kepala saya. Saya bisa saja menjawab dengan teoritis menurut beberapa literatur yang saya baca. Namun tetap saja, bukan itu yang peserta training butuhkan..

Sampai di suatu ketika, saya menemukan sedikit pencerahan terkait pertanyaan diatas. 

Yang menentukan keberhasilan karir seseorang selain kerja keras, optimisme dan konsistensi adalah kemauan untuk terus belajar sembari mengeluarkan kesabaran dalam menjalani proses yang dibutuhkan. Mengapa banyak orang yang kerja keras namun tetap kesulitan memperoleh karir yang cemerlang? Karena mereka tidak sabar menjalani prosesnya dan mereka tidak mau memperbesar peluang mereka untuk mendapatkan keberhasilan dengan cara terus belajar dan melakukan upgrade diri. 

Karena untuk menemukan kesuksesan karir didalam dalam pekerjaan itu sama seperti sebuah peluang. Yang kita perlukan bukan hanya menjemput peluang tersebut, melainkan kita juga harus bersabar menantikan kemunculan peluang itu sembari memperbesar kemungkinan munculnya peluang tersebut dengan terus meningkatkan kapasitas diri kita.

Read More

MOVE ON

Leave a Comment

Kenapa rasanya aku sulit move on dari momen beberapa waktu lalu? Pertanyaan ini muncul di benak seorang wanita tatkala menjalani kesehariannya. Wanita ini tampaknya memang menjalani aktivitasnya dengan normal seperti biasa, namun di balik itu sebenarnya masih tersimpan pertanyaan besar dan kerisauan yang mendalam tentang momen yang pernah dialaminya. Sekuat apapun sang wanita berusaha untuk berpikir positif, maka semakin kuat pula kerisauan di dalam benaknya. Hingga akhirnya selalu muncul pertanyaan, kenapa dirinya belum mampu move on?

Didalam bahasa indonesia, kata move bermakna berpindah, bergerak, atau bergeser. Artinya untuk bisa move on, kita harus berpindah, bergerak atau bergeser dari satu tempat ke tempat yang lain. perpindahan disini tidak hanya secara fisik atau badan, melainkan juga secara pikiran maupun perasaan. 

Kita akan mengalami susah move on ketika salah satu dari ketiga komponen tersebut tidak ikut berpindah. Secara fisik mungkin kita sudah berpindah, namun pikiran atau perasaan kita belum berpindah, sehingga akhirnya kita pun sulit untuk move on. Begitu juga bila secara fisik kita berpindah, secara pikiran pun kita sudah berupaya berpindah atau melupakan, namun perasaan kita belum mampu berpindah dari sebuah tempat, maka diri kita pun akan mengalami kerisauan akibat belum mampu move on

Maka cara terbaik untuk move on sebenarnya sederhana, pastikan diri kita mengalami perpindahan dalam 3 hal, yaitu fisik, pikiran, maupun perasaan. Karena keselarasan perpindahan ketiga hal inilah yang sebenarnya akan membuat usaha kita untuk move on membuahkan keberhasilan

Read More

KEMAMPUAN dan PERTANGGUNGJAWABAN

Leave a Comment

Benjamin Parker, salah satu tokoh di film Spiderman pernah mengeluarkan quotes yang cukup terkenal, yaitu "With great power comes great responsibility". Artinya kekuatan yang besar itu pada dasarnya hadir dengan tanggung jawab yang besar pula.  

Saya merasa, quotes tersebut maknanya sama seperti momen bertambahnya usia diri kita. Semakin dewasa diri kita dan semakin bertambahnya usia kita, sebenarnya juga selalu sejalan dengan peningkatan kemampuan diri kita. Peningkatan kemampuan diri kita inilah yang seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi kita semata karena peningkatan kemampuan ini sebenarnya membuat kita memiliki tanggung jawab yang lebih besar, mulai dari tanggung jawab pada diri sendiri, tanggung jawab pada orang lain disekitar kita serta tanggung jawab pada Tuhan yang telah menciptakan kita

Tanggung jawab terhadap diri sendiri mengharuskan kita untuk memenuhi kewajiban kita sendiri dalam mengembangkan kepribadian kita. Hal ini menuntut diri kita untuk memecahkan masalah-masalah diri kita sendiri didalam keseharian. setelah menyelesaikan tanggungjawab pada diri sendiri, baru kemudian kita bisa fokus bertanggungjawab pada orang lain disekitar kita

Sebagai makhluk sosial, pada hakikatnya kita tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain. Karena membutuhkan manusia lain inilah maka kita harus mampu berkomunikasi dan berhubungan yang baik dengan manusia lain tersebut dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dengan kondisi tersebut, maka sudah sepantasnya apabila segala tingkah laku dan perbuatan kita harus dapat menimbulkan kemanfaatan kepada masyarakat atau orang lain  disekitar kita.

Dan yang terakhir adalah tanggung jawab terhadap Allah SWT yang telah menciptakan diri kita. Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa sebab, melainkan untuk mengisi kehidupannya sesuai perintah Allah SWT. Sehingga sudah selayaknya setiap tindakan atau perbuatan manusia sesuai dengan anjuran dan perintah Allah SWT yang dituangkan dalam kitab suci. 

Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain? Maka sudah sepantasnya setiap pertambahan usia kita juga ditandai dengan makin bertambahnya manfaat yang mampu kita berikan pada sesama sebagai bentuk pertanggungjawaban atas setiap kemampuan yang kita miliki saat ini. 

Read More

FOKUS DIRI, KUALITAS PRIBADI

Leave a Comment

Beberapa waktu lalu saya mengamati proses pembentukan sebuah community of interest di lingkungan pekerjaan. Tujuan awal pembentukannya adalah untuk menciptakan beberapa komunitas-komunitas baru di lingkungan pekerjaan sehingga ada suasana dan perbincangan baru yang tidak hanya membahas tentang pekerjaan saja. Pembentukan komunitas ini bagi saya sangat dibutuhkan didalam lingkungan pekerjaan, terlebih lagi jika kita melihat fakta bahwa lebih dari sepertiga waktu kita setiap harinya cenderung lebih banyak dihabiskan di kantor.

Baru berjalan beberapa bulan, komunitas ini menghadapi beberapa kendala, terutama dari sisi anggota yang memang masih cenderung berfokus pada pekerjaan masing-masing. Dampaknya para anggota jadi tidak terlalu fokus terhadap pengembangan komunitas itu sendiri. komunitas ini akhirnya menjalankan aktifitasnya dengan suasana yang sepi dan peminatnya menyusut karena beberapa kesibukan masing-masing penggeraknya. Dalam beberapa kesempatan, beberapa penggeraknya pun mengalami kesulitan untuk hadir sehingga akhirnya roda perputaran komunitas dibebankan pada segelintir orang yang tersisa. Efeknya adalah beban pekerjaan dari anggota yang tersisa menjadi tinggi yang akhirnya menyulitkan orang tersebut untuk membagi waktu dan tenaganya. 

Fokus pada pekerjaan pada dasarnya tidaklah salah karena pekerjaan adalah sumber penghidupan masing-masing orang. Namun yang bagi saya kurang tepat adalah  ketika fokus pada pekerjaan yang jadi sumber penghasilan itu membuat kita kemudian tidak memikirkan dampak dari tindakan kita terhadap situasi dan kondisi orang lain disekitar kita.

Bagi saya kejadian diatas adalah cerminan dan bahan refleksi diri bahwa seringkali ketika kita terlalu fokus mengejar sesuatu, kita jadi kehilangan fokus pada beberapa hal lainnya. Kita boleh saja fokus untuk mengejar penghidupan kita, namun jangan sampai pilihan kita tersebut merugikan orang lain disekitar kita. karena sehebat apapun diri kita, sekaya apapun diri kita, kita tetaplah manusia biasa yang membutuhkan orang lain disekitar kita, maka sudah seharusnya setiap tindakan kita juga didasari dengan kemauan untuk memikirkan dampak dari setiap perbuatan kita terhadap orang lain.

Karena pada akhirnya, kualitas seseorang itu bukanlah dinilai dari sesuatu yang dia capai, dia miliki, atau apa yang mampu dia dapatkan, melainkan ditentukan oleh seberapa besar manfaat yang mampu dia timbulkan bagi orang lain disekitarnya. 

Read More

APRESIASI dan PENINGKATAN KAPASITAS DIRI

Leave a Comment

Beberapa waktu lalu Manor Racing memutus kontrak Rio Haryanto sebagai pebalap utama. Rio pun tidak akan membalap di Formula 1 lagi pada sisa musim ini. Dalam pernyataan di situs resminya, Manor mengungkapkan alasan pemutusan kontrak Rio, yaitu ketidakmampuan pebalap Indonesia itu untuk memenuhi kewajiban yang tertuang dalam kontraknya.

Uniknya, kabar pemutusan kontrak Rio Haryanto akibat masalah finansial ini menimbulkan banyak komentar bernada negatif di media sosial dan beberapa portal media Indonesia. Mulai dari sebutan sebagai pebalap kelas teri, pebalap yang hanya bisa membayar untuk membalap, pebalap yang hanya bisa mengharap sumbangan pemerintah, dan banyak lagi komentar negatif lainnya.

Sekitar seminggu setelahnya, beredar kabar pemberhentian seorang menteri ESDM yang baru 20 hari menjabat yaitu Arcandra Tahar akibat ramainya pemberitaan dari berbagai pihak yang menyoroti dua kewarganegaraan yang dimilikinya, yaitu Indonesia dan Amerika. Komentar bernada negatif pun muncul terkait hal ini dan kritikan pun semakin meluas. Muncul tanggapan yang kemudian membandingkan Arcandra Tahar dengan BJ Habibie.

Rio dan Arcandra Tahar adalah putra terbaik yang dimiliki bangsa ini terlepas dari komentar-komentar negatif yang bermunculan. Rio memulai karirnya di ajang balap sejak usia dini. Dan di usia yang terbilang sangat muda Rio telah berhasil mendapatkan beragam prestasi hingga akhirnya mampu berlaga di F1. Arcandra Tahar pun memiliki prestasi yang mentereng di luar negeri. Memiliki 3 hak paten yang diakui dunia di bidang perminyakan dan tercatat sebagai salah satu eksekutif di perusahaan AS membuat beliau cukup disegani di luar negeri. 

Bagi saya kisah diatas menjadi ajang introspeksi bagi diri saya sendiri. Dalam beberapa situasi, seringkali kita masih sangat kurang menghargai dan kurang mengapresiasi apa yang kita miliki. Ketimbang memberikan apresiasi, kita lebih suka mengkritisi. Kita kekurangan orang yang optimis dan mengapresiasi. Padahal sebuah apresiasi itu penting untuk meningkatkan semangat dan pencapaian orang lain

Apresiasi adalah sebuah penilaian atas kinerja atau produktivitas. Apresiasi bisa diberikan dalam bentuk pujian, ucapan selamat, ucapan terimakasih ataupun ungkapan kebanggaan. Ketika seseorang menerima apresiasi dari orang lain, akan timbul perasaan puas, bangga, lega, menjadi penting dan merasa berguna. Lalu kemudian mendorong orang tersebut untuk melakukan yang lebih baik lagi ketimbang sebelumnya. 

Bagaimana bila kita memiliki seorang anak yang ingin maju dan ingin berkembang, namun lingkungannya selalu mengeluarkan komentar bernada negatif? Apakah akhirnya anak tersebut bisa berkembang bila sepanjang harinya dijalani dengan cemoohan? Bagaimana anak itu bisa yakin pada kemampuannya sendiri bila lingkungannya sama sekali tidak mendukung keyakinan pribadinya dan justru mencemooh, mencibir dan mengkritik tanpa memberikan semangat dan support untuk melakukan yang lebih baik lagi?

Semoga bermanfaat sebagai bahan renungan bersama.. 

Read More
Previous PostPosting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.