Author (Ivandhana)

Trainer, Writer, Licensed NLP Practitioner, Founder of Inspiring Youth Educators, Chief Executive Officer at BambuBiru Training and Development, HC Learning and Development at PT BFI Finance Indonesia Tbk.

author

Kecerdasan dalam Hubungan

Leave a Comment

Kecerdasan pikiran bukanlah segalanya, karena yang juga dibutuhkan dalam kehidupan adalah kecerdasan didalam membangun sebuah hubungan. Sejak kecil, Vian memang tidak terlalu pintar dalam mata kuliah yang berhubungan dengan angka dan statistika. Entah kenapa mata kuliah ini terasa sangat memberatkan dirinya. Vian mendapatkan nilai D untuk pelajaran ini selama beberapa semester lalu.

Namun Vian tidak putus asa, dia tak pernah berhenti mencoba dan berusaha. Berbagai metode belajar dia terapkan dalam kesehariannya yang membuatnya kerap begadang semalaman. Tapi Vian tak pernah mengeluh karena dia merasa ini adalah usaha yang memang harus dia perjuangkan

Akhirnya pengumuman hasil ujian akhir semester pun tiba. Hasil perjuangan Vian ternyata terbayar lunas karena akhirnya dirinya mampu mendapatkan nilai B. Betapa senangnya Vian ketika itu. Saking senangnya, Vian berencana memasang hasil nilainya di dinding kamarnya sebagai motivasi untuk mata kuliah lainnya. Vian kemudian bercerita kepada Iko salah seorang teman dekatnya.

“Ko akhirnya statistik ku dapet nilai B“  ujar Vian

“Ah baru dapat nilai B saja udah seneng, aku yang dapet A aja biasa-biasa aja“, sahut Iko.

Sejak di sekolah dasar, Iko memang terkenal pintar di kelasnya dan selalu masuk ke dalam rangking 3 besar di kelas. Vian yang saat itu sedang berbinar-binar dan semangat bercerita tiba-tiba langsung terdiam ketika mendengar komentar dari Iko. Kebahagiaannya perlahan meredup dan digantikan dengan kekecewaan.

Sikap yang ditunjukkan oleh Iko memberikan gambaran pada diri kita tentang orang-orang yang memiliki EQ rendah. Walaupun orang-orang tersebut pintar secara akademis, namun dalam menjalani aktifitasnya, orang-orang tersebut mengalami kegagalan dalam memahami perasaan orang lain disekitarnya

Sekarang, mari kita lihat situasi selanjutnya 

“Vian, kenapa kamu keliatan sedih hari ini?” sapa Intan begitu masuk ke kelas.

“aku cuman dapet nilai B dalam statistik” ujar Vian dengan nada lesu

“Wow hebat donk, kamu sempet ngulang lagi kan kemaren gara-gara dapet D. Bagus donk sekarang dapet B“, hibur Intan kepada Vian.

“Nggak perlu risau dan nggak perlu terlalu dipikirkan juga Vian. Walaupun belum maksimal, tapi setidaknya kamu kan sudah berusaha giat untuk mengejar nilai ini. Malah aku salut melihat mahasiswa yang punya semangat untuk berubah seperti dirimu.” ujar Intan membanggakan Vian.

Apa yang bisa kita pelajari dari dua jenis situasi diatas?

Begitulah kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ itu bekerja. Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi cenderung mampu memahami perasaan orang lain disekitarnya seperti yang dilakukan Intan. Walau Intan sebenarnya juga tidak kalah pintar dalam pelajaran dibandingkan Iko, namun dia juga pintar memahami perasaan orang lain.

EQ membantu kita menjadi seseorang yang sukses dalam menjalani kehidupan sosial dalam keseharian. Karena EQ membuat kita lebih peka terhadap kebutuhan perasaan atau emosi orang lain sehingga kita kemudian memahami langkah untuk mengatasinya. Itu sebabnya banyak pihak yang sepakat bahwa EQ atau kecerdasan emosional adalah salah satu kunci sukses diri kita didalam karir dan pekerjaan kita.

Read More

MOTIVASI ditengah KEGAGALAN

Leave a Comment

Motivasi itu mutlak dibutuhkan dalam setiap aktivitas kita. Karena pada akhirnya motivasi itulah yang akan membuat diri kita mampu bertahan menghadapi kesulitan dan kegagalan yang ada. Abraham Lincoln adalah salah satu contoh orang yang sukses dalam menjaga motivasi tatkala menghadapi kesulitan dan kegagalan. Hal ini tidak lepas dari kisah keberhasilan beliau untuk mendapatkan apa yang dia inginkan setelah mengalami kegagalan dalam hidupnya selama 20 tahun. 
Kegagalan-kegagalan tersebut antara lain :

1. Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
2. Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
3. Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
4. Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
5. Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838.
6. Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
7. Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
8. Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
9. Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
10. Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
11. Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.

Berbagai kegagalan yang dialami dalam dunia politik tidak lantas membuat Abraham Lincoln menyerah. Abraham Lincoln akhirnya berhasil menjadi presiden Amerika ke -16 pada tahun 1980 dan sempat disebut sebagai salah satu presiden tersukses dalam memimpin bangsanya, menghentikan perang saudara Amerika, dan menghapuskan perbudakan.

Kira-kira apa yang akan terjadi bila diri kita mengalami kegagalan demi kegagalan terus menerus selama puluhan tahun seperti yang di alami oleh Abraham Lincoln? Bisa jadi diri kita akhirnya berhenti dan menyerah dalam menggapai apa yang jadi tujuan kita tersebut. Karena tidak mudah untuk bisa bertahan ketika lingkungan selalu menunjukkan pada diri kita tentang pahitnya sebuah kegagalan.

Apa yang membuat Abraham Lincoln bersedia bertahan menghadapi kegagalannya kala itu? Jawabannya hanya satu, yaitu MOTIVASI. Satu hal yang membuat Abraham Lincoln tetap bertahan dari setiap kegagalan yang dia alami adalah motivasinya yang kuat untuk menghapuskan praktik perbudakan yang kala itu masih banyak ditemui di Amerika. Tanpa disadari, motivasinya ini menjadi energi penggerak utama yang membuat dirinya terus maju walaupun sempat merasakan kegagalan yang bertubi-tubi.

Keberhasilan hanya bisa diraih dengan bertahan dari kegagalan. Dalam proses pencapaian kesuksesan, akan banyak rintangan dari luar, caci maki dan cemoohan dari lingkungan di sekitar kita. namun selama kita mampu menemukan motivasi yang dibutuhkan dari dalam diri kita, maka kita akan mampu menghadapi setiap rintangan dan hambatan tersebut hingga akhirnya kita bisa meraih sesuatu yang memang kita harapkan

Jadi, sudahkah kita menemukan motivasi terkuat dalam setiap aspek kehidupan kita?


Read More

Perkembangan untuk Merespon Perubahan

Leave a Comment

Tidak ada yang bisa kita lakukan di tengah dunia yang penuh perubahan selain terus berupaya mengembangkan kemampuan yang kita miliki untuk menghadapi masa depan. Ada yang ingat dengan sebuah produk bernama Kodak? Sekitar tahun 90-an adalah waktu dimana Kodak sangat berjaya dengan produk kamera manual dan film seluloidnya. Maka tak heran jika masa-masa ini disebut “Kodak Moment”. 

Kodak yang didirikan oleh Goerge Eastman pada 1892 ini sejak awal memproduksi kamera Analog. Bahkan kamera buatan Kodak tercatat dalam sejarah sebagai kamera yang digunakan oleh astronot pertama yang mendaratkan kakinya di bulan yaitu Neil Amstrong untuk memotret objek-objek di permukaan bulan pada tahun 1969. 

Enam tahun kemudian kodak mulai memproduksi kamera digital. Artinya Kodak sebenarnya adalah perusahaan yang pertama kali memproduksi kamera digital. Namun setelah teknologi kamera digital mulai berkembang, kodak bukannya mengembangkan kamera digitalnya tapi justru terpacu untuk memproduksi secara besar-besaran kamera analognya yang memang saat itu menjadi andalan perusahaan ini. 

Perlahan namun pasti teknologi terus berkembang. Perusahaan-perusahaan di Asia seperti Casio dan Canon melihat bahwa peluang pasar kamera digital sedikit demi sedikit terus meningkat. Seakan memahami tren pasar di masa depan, Casio dan Canon pun akhirnya berusaha melakukan pengembangan kamera digital dengan sangat serius

Akhirnya ketika dunia benar-benar memasuki era kamera digital, Kodak kelabakan oleh persaingan dengan rivalnya dari Asia yaitu Casio dan Canon. Bisnis film kamera pun berakhir dan Kodak kesulitan menghasilkan keuntungan. Kamera digital generasi pertama dari Kodak juga kurang diminati karena miskin inovasi. Perkembangan media penyimpanan seperti SD Card tidak diikuti oleh Kodak yang masih berfokus pada kamera filmnya. Alhasil Kodak akhirnya harus menutup bisnisnya.

Apa yang bisa kita pelajari dari sejarah Kodak ini? sebagai sebuah organisasi, Kodak seharusnya terus melakukan pembelajaran dan meningkatkan kemampuannya untuk menciptakan inovasi.  Hal ini penting agar Kodak dapat senantiasa merespon perubahan yang muncul sehingga mampu menghadapi pesaing-pesaingnya.

Sama seperti Kodak, sebagai manusia, kita juga senantiasa dituntut untuk terus melakukan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan yang kita miliki. Hal ini dibutuhkan untuk menghadapi persaingan di masa depan yang berjalan makin keras dan serba cepat. Jika kita tidak berusaha membenahi diri secara terus menerus, maka besar kemungkinan diri kita akan segera tergantikan dengan orang lain yang lebih siap dengan perubahan itu sendiri

Sayangnya, masih sedikit orang yang menyadari pentingnya mengembangkan diri. Sebagian besar diantara kita masih banyak yang cenderung terjebak didalam zona nyaman kehidupannya saat ini sehingga akhirnya mereka lengah terhadap perubahan di masa depan. 

Jadi, apakah kita masih termasuk ke dalam orang-orang yang terjebak dalam zona nyaman??

Read More

Kesuksesan Karir dan Kehidupan

Leave a Comment

Untuk bisa mendapatkan kesuksesan dalam karir dan kehidupan itu pada dasarnya butuh kesabaran. Karena kesuksesan adalah ujung akhir dari proses yang kita lakukan. Artinya, jika suatu hari kita berhenti di tengah-tengah sebuah proses, itu sama saja diri kita sedang berhenti meraih kesuksesan yang kita harapkan.

Banyak orang yang mengagumi kesuksesan Soichiro Honda dalam mengembangkan bisnisnya. Namun, orang-orang tersebut tidak menyadari bahwa dibalik keberhasilan itu ada proses kegagalan panjang yang harus Honda lewati. Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda memang selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun tak pernah berhenti bersabar sembari terus berusaha menjalani prosesnya. 

Soichiro Honda bukanlah siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru dan nilai sekolahnya pun selalu jelek. Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja di Hart Shokai Company. Bosnya, yaitu Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. 

Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan pada Honda untuk membuka kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya. Di Hamamatsu prestasi kerja Honda makin meningkat. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga normal kembali. 

Pada zaman itu, velg mobil para pelanggannya masih terbuat dari kayu, hingga kurang baik dalam hal meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan velg kayu itu dengan logam. Hasilnya luar biasa karena velg logamnya laku keras dan diekspor ke seluruh dunia. 

Setelah menciptakan velg, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang sebaiknya dia pilih? Pikirannya tertuju kepada pembuatan Ring Piston yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. 

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. 

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Piston Honda akhirnya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Namun niatnya kandas karena kala itu Jepang sedang membutuhkan dana untuk modal perang sehingga tidak bersedia memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Namun, lagi-lagi musibah datang, setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Para karyawannya ini diperintahkan untuk mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat untuk digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya.

Di tahun 1947 setelah perang, kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia mencoba memasang motor kecil pada sepeda dan ditunjukkan pada para tetangganya. Siapa sangka, akhirnya produk yang merupakan cikal bakal lahirnya kendaraan bermerk “Honda” itu sangat diminati. Mereka berbondong-bondong memesan sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda memutuskan mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. 

Coba bayangkan bila di tengah-tengah proses yang Soichiro Honda pernah jalani itu, dia memutuskan untuk berhenti berusaha? Kira-kira bisakah Honda menjadi sukses seperti sekarang ini?

Sama halnya dengan diri kita tatkala menjalani aktifitas kita. ketika kita menginginkan sesuatu untuk kita raih, pastikan kita mempersiapkan diri untuk menjalani prosesnya dengan konsisten dan sabar. Karena tanpa konsistensi dan kesabaran itu, kita bisa saja terlampau mudah berhenti menjalani prosesnya di tengah jalan. Hal ini membuat proses menuju kesuksesan yang mungkin sudah dekat saat itu jadi tak mampu kita lihat dan akhirnya kita pun tidak berhasil mendapatkan kesuksesan yang kita harapkan

Read More

CINTA DITENGAH ASA UNTUK NEGARA

Leave a Comment

Cinta selalu memiliki energinya tersendiri untuk membuat diri kita bersedia melakukan segalanya, terutama demi wanita yang kita cintai.  Tapi, benarkah situasinya selalu seperti itu? Benarkah demi seorang wanita yang dicintai, seorang pria senantiasa bersedia melakukan segalanya? Mungkin kisah cinta Bung Hatta ini dapat dijadikan inspirasi tentang bagaimana kita memaknai sebuah cinta.

Kisah cinta Bung Hatta dan istrinya, Rahmi, tergolong unik. Disebut unik karena kisah cinta mereka berdua ini tumbuh di tengah kondisi negara yang belum jelas dan sedang dalam proses memperjuangkan hak kemerdekaannya. Bung Hatta sendiri sebenarnya di masa itu tidak pernah memikirkan tentang perasaannya kepada seorang wanita karena sibuk mengurusi pergerakan nasional dalam rangka kemerdekaan Indonesia.

Berbagai kesibukan yang harus dijalani, ditambah lagi harus keluar masuk penjara, hingga diasingkan ke Digoel memang membuat Bung Hatta akhirnya terlambat menikah. Beliau menikahi Rahmi Hatta pada 18 November 1945, saat itu Bung Hatta berusia 43 tahun. Jadi, saat Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI bersama Bung Karno, dan ditetapkan sebagai wakil presiden RI, beliau masih berstatus bujangan.

Sejak awal, Bung Hatta sangat serius dengan cita-citanya. Semasa kuliah di Belanda, dia sangat rajin belajar, membaca dan menulis. Pernah seorang gadis Polandia yang cantik jelita menggodanya, namun Hatta tak tertarik. Jika Patih Gajah Mada memiliki Sumpah Palapa,  yakni tidak akan makan buah palapa (simbol dari kenikmatan hidup) sebelum nusantara bersatu, Bung Hatta pun bertekad, tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Hal inilah yang membuat nyaris semasa mudanya, Bung Hatta tidak pernah memikirkan tentang hubungan percintaan dengan wanita secara serius.

Coba kita bandingkan dengan kondisi generasi muda kita saat ini. Masih banyak pemuda-pemudi di sekitar kita yang terlalu mudah merasakan cinta kepada seseorang namun tidak benar-benar mencintai negerinya. Alhasil aktifitas kesehariannya hanya dihabiskan demi seseorang namun dirinya tidak memperdulikan perkembangan negara atau bahkan orang lain di sekitarnya sendiri. akhirnya muncul istilah cinta itu buta. Karena setelah merasakan cinta tersebut, seakan-akan kita tidak mampu melihat hal lain selain rasa cinta pada seseorang itu sendiri.

Ada salah satu kutipan menarik terkait cinta itu sendiri, yaitu “cinta terbaik itu tidak pernah membuat kita buta, melainkan cinta terbaik justru mampu membuat kita lebih memahami lingkungan disekitar kita dengan lebih utuh, mendewasakan pemikiran kita dan membuat kita lebih peka terhadap orang lain disekitar kita.” Sebagai seorang pria sangatlah wajar bila Bung Hatta memikirkan seorang wanita, namun beliau tidak ingin pikirannya tersebut membuat fokus dan kecintaannya teralihkan dari hal yang saat itu lebih penting, yaitu kemerdekaan Indonesia.

Dari kisah Bung Hatta diatas, kita bisa belajar bahwa kita tidak bisa memaknai perasaan cinta secara sepotong-potong saja. Kita boleh mencintai seseorang, tapi kita juga tidak bisa dibutakan oleh rasa cinta kita itu tadi. Kecintaan kita harus lah di salurkan dengan tepat dan demi kemajuan banyak pihak dan bukan hanya demi kepentingan pribadi diri kita sendiri. jika semua orang hanya sibuk memikirkan cinta pribadinya, siapa yang akan memikirkan tentang rasa cinta pada negaranya sehingga menimbulkan tekad untuk memajukan negeri ini?

Read More

EMOSI membatasi PERSEPSI

Leave a Comment

KENAPA PENGAJUAN SAYA DITOLAK? Seorang lelaki berkata dengan nada tinggi. Tatapannya berubah menjadi penuh benci seakan lawan bicaranya baru saja mengucapkan sesuatu yang menyinggung hati. Namun pada kenyataannya, sejak tadi lawan bicaranya ini tak mengeluarkan sepatah kata apapun. 

Lawan bicara dari pria yang sedang marah ini adalah Customer Service sebuah bank sehingga tampaknya sudah terbiasa menghadapi seseorang yang marah-marah dan mengajukan komplain. Walaupun sedang menghadapi suara bernada keras, sang Customer Service terlihat tetap tenang.

Belum sempat Customer Service tersebut memberikan tanggapan, pria ini meluapkan emosinya kembali

“ASAL KAMU TAU YA, BEBERAPA BULAN LALU SAYA SUDAH MENGAJUKAN DAN DITERIMA, LANTAS KENAPA SEKARANG DITOLAK?”

“BARU JADI BANK KECIL AJA UDAH SOK”

“KAMU NGGAK TAU YA SIAPA SAYA..”

“SAYA NGGAK BUTUH PENGAJUAN SAYA INI DITERIMA, SAYA BISA MEMBAYAR SENDIRI KEBUTUHAN SAYA”

Sang Konsumen ini terus-terusan mengeluarkan umpatan bernada kekesalan. Mendengar kemarahan dan kekesalan dari kosumen, Customer Service tersebut hanya terdiam sembari mendengarkan dengan seksama. Bagi Customer Service tersebut, sia-sia saja berbicara dengan seseorang yang sedang emosi. Itu sebabnya sejak awal dirinya  hanya menerima dan mendengarkan kemarahan sang konsumen dengan sabar.

Ada salah satu penelitian yang menyebutkan bahwa marah atau emosi itu menghalangi fungsi kognitif dari otak sehingga akhirnya membuat pemrosesan informasi jadi lebih rendah dan lambat. Ini sebabnya ketika ada seseorang yang marah, orang tersebut seakan-akan tidak mampu berpikir dengan jernih dan tidak mampu melakukan analisa atas tindakannya sendiri.

Didalam menjalankan setiap kegiatan, pada dasarnya kita senantiasa melakukan analisa terhadap sebuah kondisi dengan menggunakan persepsi pribadi yang terbentuk dari pengalaman kita yang telah lalu. Namun ketika seseorang kemudian merasa emosi, sebenarnya orang tersebut membatasi persepsinya hanya berdasarkan perasaan diri. Itu sebabnya persepsi dirinya seakan-akan menjadi terbatas dan orang tersebut tidak mau memahami situasi dan sudut pandang orang lain.

Maka, akan jadi sangat melelahkan dan hanya akan membuang energi bila diri kita sampai terbawa emosi yang ditimbulkan oleh orang yang sedang marah tersebut. Karena di sisi lain energi yang kita keluarkan bila kita terpengaruh emosi tersebut jadi sia-sia karena tidak mampu menghasilkan keputusan yang dibutuhkan. 

Jika memang diri kita akhirnya tak mampu menahan diri dan terbawa emosi, maka bisa jadi diri kita juga sedang membatasi persepsi kita seperti yang sudah dibahas diatas. Hal ini membuat kedua belah pihak akhirnya sama-sama membatasi persepsi mereka dan tidak mau terbuka terhadap pendapat-pendapat yang memang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan

Maka, berpikirlah dua kali sebelum kita melakukan sebuah tindakan terutama ketika sedang emosi, agar bisa kita memikirkan dampak baik dan buruknya tindakan kita secara seksama sehingga mampu membawa diri kita pada hasil yang benar-benar kita harapkan 

Read More

MOTIVASI dan BAHAN BAKAR DIRI

Leave a Comment

Puluhan penumpang panik saat mengetahui speedboat yang ditumpanginya mati mesin di perairan Laut Muara. Speedboat yang berangkat dari Tanjung Selor pada Jumat (09/09/2016) sekitar pukul 15.30 WITA ini mati mesin akibat kehabisan bahan bakar.

Akibatnya, puluhan penumpang yang ada di dalam speedboat satu mesin ini terombang-ambing di lautan lebih dari satu jam. Apalagi saat kejadian cuaca dalam kondisi buruk dan hujan lebat.

Penumpang akhirnya bisa melanjutkan perjalanan ke Kota Tarakan setelah ada salah satu speedboat dari Pelabuhan Tarakan yang membawa bahan bakar. Speedboat dengan puluhan penumpang ini akhirnya bisa bersandar di pelabuhan Tengkayu Tarakan sekitar pukul 18.20 WITA dengan selamat (sumber : www.kaltarakita.com)

Pernahkah kita membayangkan sebuah kendaraan yang mampu berjalan tanpa bahan bakar atau energi untuk menggerakkannya? Pasti sulit dibayangkan bukan? Bahkan sebuah sepeda, membutuhkan energi yang berasal dari tenaga manusia untuk bisa bergerak. Pada dasarnya, setiap benda yang bergerak pasti membutuhkan energi untuk mensupport gerakannya tersebut. Energi tersebut bisa berasal dari banyak hal seperti dari bahan bakar minyak, listrik, angin dan yang lainnya. 

Manusia pada dasarnya juga senantiasa membutuhkan energi dalam rangka menggerakkan dirinya untuk mencapai tujuannya. Tanpa energi ini, manusia akan sulit bergerak atau justru berhenti bergerak karena kehilangan energi yang menopang aktifitasnya

Apa saja kira-kira energi yang dibutuhkan manusia untuk menjalankan aktifitasnya? Salah satu energi tersebut adalah motivasi. Motivasi adalah energi tak terlihat yang mampu membuat manusia tetap bergerak walaupun di tengah kondisi sulit yang mengharuskannya untuk berhenti. Karena dari motivasi inilah akan timbul sebuah dorongan untuk melakukan sesuatu. Dorongan ini juga yang nantinya akan menggerakkan diri kita untuk mengeluarkan usaha lebih untuk mencapai apa yang jadi tujuan kita

Karena motivasi terbesar dalam diri kita itulah yang nantinya akan memunculkan pencapaian-pencapaian besar dalam kehidupan kita

Jadi apa motivasi terbesarmu?


Read More
Previous PostPosting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.